Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Prasasti Blanjong Sanur Pernah Disebut Pura Legu, Ini Sebabnya

Prasasti Blanjong merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Kota Denpasar.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
Jro Mangku Made Mawa saat menunjuk huruf pada prasasti Blanjong 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Prasasti Blanjong merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Kota Denpasar.

Prasasti ini teletak di Desa Intaran Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar.

Prasasti Blanjong ini berbentuk sebuah pilar silindris atau tugu silindris, yang seringkali dianggap sebagai tugu tanda kemenangan.

Memiliki tinggi 177 cm dan garis tengah 62 cm.

Yang unik dari keberadaan prasasti ini ditulis dengan dua bahasa yaitu bahasa Sanakerta dan Bali Kuna.

Juga dengan dua huruf atau aksara yaitu huruf Bali Kuna dan Prenagari.

Namun tahukah anda bahwa prasasti ini pernah disebut sebagai Pura Legu?

Hal ini dikatakan oleh pemangku pura Blanjong yang juga sebagai penjaga, Jro Mangku Made Mawa.

Menurutnya dulu prasasti ini di sisi-sisinya ditutup dengan lempengan beton.

Ketika tutup beton dibuka maka akan keluarlah nyamuk dari lubang bekas galian prasasti tersebut.

"Pas dibuka tutupnya maka akan ada banyak legu atau nyamuk, karena itu banyak yang bilang pura legu," kata lelaki yang telah mulai menjadi penjaga di sana sejak tahun 1988, Senin (19/11/2018) sore.

Sejak tahun 1988 barulah prasasti ini dibuatkan sebuah tempat yang dipinggirnya diisi kaca.

Sehingga kondisinya menjadi lebih baik dan stigma Pura Legu ini menjadi hilang. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved