Liga 1

Tangis Pemain Persib Diserang Isu Suap dan Uring-uringan Minta Naik Gaji Jadi Pekan Berat Persib

Kronologi kabar pengaturan skor dan isu suap di Pesib Bandung memunculkan sejumlah pemain.

Editor: Rizki Laelani
kolase tribun/simamaung
Kapten Persib Bandung, Supardi 

Tangis Pemain Persib Diserang Isu Suap dan Uring-uringan Minta Naik Gaji Jadi Pekan Berat Persib

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG - Kronologi kabar pengaturan skor dan isu suap di Pesib Bandung memunculkan sejumlah pemain.

Ada sejumlah pemain yang dituduh terlibat, bahkan juga ada disebut soal asisten Pelatih, Fernando Soler.

Usai laga Persib vs PSMS dan PSIS vs Persib, isu pengaturan skor dan suap di tubuh Persib Bandung terus memanas.

Isu pengaturan skor dan suap itu seolah menambah pedih setelah kekalahan Persib Bandung 0-3 dari PSIS, Minggu (18/11/2018).

Kapten Persib, Supardi dan tiga pemain lain dituduh menerima suap hingga terlibat dalam pengauturan skor, saat Persib melawan PSMS Medan, Jumat (9/11/2018).

Laga tersebut dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Pelatih Persib, Mario Gomez menuduh Supardi, Ardi Idrus, Ghozali Siregar, dan Hariono bermain dalam kondisi telah menerima suap saat Persib menjamu PSMS Medan.

Saat itu, Persib kalah 0-1 dari PSMS Medan pada lanjutan Liga 1 2018.

Supardi yang terlibat dalam tuduhan tersebut enggan berkomentar soal tuduhan yang dilayangkan Mario Gomez padanya dan tiga pemain Persib.

Baca: 12 Tim dari 10 Negara Asia Siap Berkompetisi Sepak Bola U-15 di Pecatu

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live streaming Indosiar Persija vs Persela- Menakar Taktik Aji Santoso

Baca: Begini Kondisi Terbaru Dapur Bali United Seusai Aksi Bachdim dan Pascakekalahan dari Persebaya

Baca: Mimpi Juara Baru Tanpa Intrik

Tuduhan Mario Gomez kepada pemain soal suap dikonfirmasi Hilman Indrawan, rekan dakwah dan kajian Supardi.

Hilman Indrawan mengaku mendengar langsung cerita soal tuduhan Mario Gomez dari Supardi.

Pada Jumat (16/11/2018), Hilman bertemu Supardi di kamar mes Persib sebelum ia berangkat ke Magelang.

"Waktu itu Supardi baru pulang salat Jumat dari Masjid Al-Latif, saya ngobrol sama Supardi tentang aktivias dia di dunia dakwah dan kajian, di sana dia bilang soal fitnah Gomez," kata Hilman dikutip dari Tribun Jabar.

Saat pembicaraan soal dakwah dan kajiaan, kata Hilman, Supardi menyinggung soal sikap Mario Gomez yang tidak etis.

Pelatih asal Argentina itu menuduh Supardi dan tiga pemain Persib menerima suap saat laga melawan PSMS Medan.

"Bahasa Supardi, bahwa Gomez sudah suudzon (buruk sangka) kepada Supardi. Supardi bilang bobotoh jangan tertipu sama politik Mario Gomez," ujar Hilman.

"Saya di sana tidak mengerti, saya tidak lanjutkan pertanyaan saya, karena kepentingan saya kemari (ke mes) bukan untuk itu," ujarnya.

Berdasar keterangan Supardi, kata Hilman, Mario Gomez tidak suka jika Supardi memiliki hubungan dekat dengan manajemen Persib, PT Persib Bandung Bermartabat.

Supardi pun menyesalkan lantaran Mario Gomez malah menyampaikan tuduhannya pada orang lain dan tidak langsung menanyakan kepadanya.

Supardi belum mendapat kesempatan untuk menanggapi tuduhan Mario Gomez tersebut.

"Katanya, Gomez tidak suka kalau Supardi terlalu dekat dengan manajemen," tutur Hilman.

"Namun yang disayangkan oleh Supardi, Gomez tidak langsung panggil Supardi terus bilang kalau kamu (Supardi) disogok tetapi malah dari orang lain. Jadi, ada tuduhan sepihak."

Akibat tuduhan itu, Supardi mungkin tidak akan main lagi hingga akhir kompetisi Liga 1 2018.

Persib menyisakan laga melawan Perseru Serui, Persela Lamongan, dan Barito Putera.

"Waktu itu, teman-teman kayak Ghozali dan lain sebagainya sudah siap-siap berangkat ke Magelang."

"Supardi bilang tidak berangkat, saya dikeluarkan dari tim dan tidak main sampai akhir musim," kata Hilman.

"Itu pembuka obrolan saya bersama Supardi. Dari sana, Supardi ngobrol tentang tuduhan bahwa disogok PSMS Medan. Ada juga Ardi dan Wanggai yang tidak boleh bermain sama Gomez," katanya.

Terpisah, Mario Gomez pun membantah pernah menuduh pemainnya menerima suap atau terlibat pengaturan skor.

Pelatih asal Argentina itu beralasan bahwa Supardi, Ardi, dan Ghozali mengalami kelelahan sehingga tidak dimainkan melawan PSIS Semarang.

"Ketika melawan Medan? Tidak. Pemain bisa bermain bagus dan juga tidak, itu saja."

"Mereka manusia, bisa bermain bagus tapi kadang bisa juga bermain buruk. Gol yang tercipta memang tidak bagus, kami harus memperbaiki itu," ujar Hilman.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, blak-blakan soal kisruh internal di tim Maung Bandung, kinerja Fernando Soler menjadi sorotan.

Di platform video Youtube, muncul rekaman telepon yang dilakukan radio PRFM dengan manajer Persib, Umuh Muchtar.

Wawancara tersebut digelar untuk menanggapi isu suap pengaturan skor yang melibatkan dua pemain Persib, Supardi Nasir dan Ardi Idrus, usai laga PSMS Medan.

Akibat isu tersebut, Supardi dan Ardi Idrus tidak dibawa oleh pelatih, Roberto Carlos Mario Gomez, saat bertandang ke markas PSIS Semarang, Minggu (18/11/2018).

Umuh Tuding Fernando Soler

Manajer Persib, Umuh Muchtar, membantah bahwa Supardi dan Ardi Idrus mendapat uang suap untuk membiarkan Maung Bandung kalah dari PSMS.

Umuh Muchtar yakin Supardi dan Ardi tidak menerima suap dalam bentuk apapun untuk mengatur skor.

Kedua pemain tersebut juga telah menemui Umuh untuk menjelaskan duduk perkaranya.

Akan tetapi, Umuh tidak membantah adanya tuduhan yang dialamatkan kepada dua bek sayap Persib itu.

Tuduhan tersebut terjadi setelah Persib kalah 0-1 dari PSMS Medan pada pekan lalu.

Seusai pertandingan, para pemain dimarahi oleh Mario Gomez di locker room stadion.

Tak hanya itu, beberapa pemain juga dipanggil dan dituduh menerima uang suap dari manajemen untuk membiarkan Persib kalah.

Orang yang melakukan itu, menurut Umuh, adalah Fernando Soler.

"Ya memang dia (Soler) yang ngomong (memanggil dan menuduh menerima suap). Ardi dipanggil, Supardi juga. Kemarin waktu kalah dengan Medan. Makanya pemain lain terpukul," ujar Umuh dikutip BolaSport.com dari wawancara radio PRFM.

Ardi Idrus dan Supardi sampai menangis dan menghadap Umuh akibat tuduhan tak beralasan yang dilontarkan oleh Soler tersebut.

Umuh juga menjelaskan, Soler mulai uring-uringan ketika permintaan naik gaji tidak dikabulkan oleh manajemen Persib.

Diungkapkan Umuh, manajemen Persib tak mengabulkan permintaan Soler lantaran pria asal Argentina itu meminta naik gaji dua kali.

Pria yang biasa disapa Wak Haji itu juga meminta bobotoh, pendukung Persib, tak terhasut dengan isu-isu yang beredar di luaran.

Sebab, Umuh yakin bahwa para pemain Persib tak sekali pun menerima suap untuk membiarkan tim kebanggaannya kalah.

Hal tersebut juga senada dengan pernyataan resmi di laman Persib yang menyebut sikap sportivitas dan fair play adalah karakter pemain Maung Bandung. (*)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved