8 Alasan Istri Yang Memilih Ceraikan Suaminya, Peringkat Utama Bukan Soal Selingkuh

Pada umumnya ada beberapa alasan utama seorang istri menggugat cerai suaminya.

8 Alasan Istri Yang Memilih Ceraikan Suaminya, Peringkat Utama Bukan Soal Selingkuh
intisari-online.com
Ilustrasi Perceraian. 

TRIBUN-BALI.COM - Kabar kurang menyenangkan sekaligus mengejutkan datang dari pasangan Gisella Anastasia dan Gading Marten setelah muncul kabar Gisel digugat cerai Gading.

Ya, kabar rencana perceraian ini cukup mengejutkan sebab pasangan yang dikenal cukup harmonis ini.

Namun, faktanya sebuah nomor perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (908/Pdt.G/2018/PN JKT/SEL) menjadi bukti bahwa Gisel menggugat cerai Gading.

Hal ini juga diakui oleh pihak PN Jakarta Selatan meski yang bersangkutan enggan memberikan informasi lebih dalam.

Mengenai alasan dari Gisel menggugat Gading mungkin masih perlu menunggu waktu, namun, pada umumnya ada beberapa alasan utama seorang istri menggugat cerai suaminya.

Sebuah situs kencan khusus wanita yang telah bercerai, Next Love membuat survei untuk mengetahui penyebab terbesar dari gugatan cerai yang dilayangkan istri untuk suami.

Survei ini diikuti oleh 43.000 wanita yang telah bercerai.

Ternyata hasilnya cukup mengejutkan, bahkan peringkat pertama bukan karena si suami selingkuh, namun berikut ini.

1. Tujuan hidup yang berbeda

Wanita merasa bahwa tujuan hidupnya tak lagi sejalan dengan suami. 
Ini biasanya karena ada banyak konflik dalam rumah tangganya bahkan untuk urusan yang sepele.

2. Perselingkuhan

Saat perselingkuhan dilakukan oleh satu pihak, nyaris mustahil mempertahankan biduk rumah tangga.

Kalau bisa berdamai, maka rasa tidak percaya terhadap pasangan akan terus menghantui selamanya.

3. Pertengkaran terus-menerus

Selalu ribut dan bertengkar setiap hari tentu menguras tenaga dan perasaan, terlebih bagi wanita.

Pertengkaran yang tak kunjung selesai biasanya juga membuat kondisi psikologi wanita menjadi lebih buruk.

4. Kurangnya keintiman

Wanita kadang juga ingjn berlama-lama di ranjang dengan pasangannya, sementara si suami mungkin terlalu sibuk bekerja.

Tak bisa dipungkiri, nafkah batin masih menjadi salah satu kebutuhan terbesar bagi pasutri.

5. Kesehatan mental

Ini bisa berasal dari dua pihak, apakah istri yang menderita ketidak stabilan mental, atau suami.

Hidup dengan pasangan yang memiliki masalah kesehatan mental bisa menjadi tantangan tersendiri.

6. Kesalahan

Mungkin ada beberapa kesalahan dari berbagai segi yang membuat istri begitu marah pada suami.

Misalnya saja perilaku atau kebiasaan yang dinilai salah dan suami gagal memperbaikinya.

7. Kebosanan

Cukup banyak wanita yang mengatakan bahwa hubungan mereka membosankan.

Ini bisa terjadi karena kurangnya keinginan untuk mencoba hal-hal baru bersama pasangan atau terlalu sibuk dengan rutinitas harian masing-masing.

8. Kekerasan dalam rumah tangga

Salah satu faktor perceraian yang cukup besar juga adanya KDRT yang dilakukan oleh suami pada istrinya.

Kekerasan yang dilakukan suami selain menimbulkan bekas luka fisik juga melukai hati dan perasaan wanita.

Tak heran wanita yang pernah mengalami KDRT segera ingin bercerai demi keamanannya sendiri.

Dari 8 alasan utama wanita meggugat cerai suaminya ini, Anda bisa belajar bahwa hubungan rumah tangga memang tak mudah.

Anda dan pasangan Anda harus benar-benar bisa menyamakan tujuan sekaligus menerima perbedaan antara satu sama lain untuk tetap punya rumah tangga yang awet dan langgeng. (Muflika)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved