Breaking News:

Penelitian Ini Menunjukkan Tinja Manusia Mengandung Mikroplastik

bahaya sampah plastik tidak hanya mengancam binatang di lautan. Dalam bentuknya yang paling kecil (mikroplastik) bahkan telah tersebar di mana-mana.

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Net
Ilustrasi tinja 

Catatan penelitian menunjukkan bahwa mereka semua terkena plastik melalui pembungkus makanan atau dengan minum dari botol plastik.

Saat dilakukan pengujian, diketahuilah bahwa semuanya memiliki mikroplastik dalam sampel tinja mereka. Mereka menemukan, rata-rata terdapat 20 partikel mikroplastik per 10 gram sampel tinja.

Tim peneliti menduga, fenomena ini mengindikasikan plastik sedang dicerna melalui rantai makanan (misalnya, orang makan ikan yang terkontaminasi) dan oleh potongan-potongan kecil plastik yang berasal dari kemasan makanan, seperti botol.

"Plastik meresap dalam kehidupan sehari-hari dan manusia terpapar plastik dalam berbagai cara," kata Schwabl sebagaimana dikutip newsweek.com.

"Pada tingkat global, produksi plastik dan polusi plastik berkorelasi sangat kuat. Oleh karena itu, kemungkinan bahwa jumlah kontaminasi plastik dapat meningkat lebih jauh jika manusia tidak mengubah situasi saat ini, ” imbuhnya.

Schwabl mengakui, ukuran sampel dari penelitian ini sangat kecil. Sehingga, sulit untuk menarik terlalu banyak kesimpulan dari sana.

Selain itu, penelitian inipun belum dipublikasikan. Tim saat ini tengah mencari pendanaan untuk memperluas penelitian tersebut.

Namun demikian, mereka memperkirakan bahwa jika sampel mereka umumnya representatif, itu berarti sekitar 50 persen populasi manusia global akan memiliki mikroplastik dalam kotoran mereka. (*)
 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved