Serba Serbi
Seminggu Ini Waktu yang Tidak Baik untuk Menikah & Melakukan Upacara Terhadap Leluhur, Ini Sebabnya
Dalam susunan kalender Bali dikenal istilah ala-ayuning dewasa atau baik-buruknya suatu hari dalam melakukan aktivitas atau kegiatan tertentu.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam susunan kalender Bali dikenal istilah ala-ayuning dewasa atau baik-buruknya suatu hari dalam melakukan aktivitas atau kegiatan tertentu.
Dewasa atau padewasan, seperti yang dijelaskan dalam Ala Ayuning Dewasa Ketut Bambang Gede Rawi yang ditulis oleh Ida Bagus Putra Manik Ariana dan Ida Bagus Budayoga, adalah cara untuk mengidentifikasi hari yang baik dan hari yang jelek.
"Jelasnya (padewasan itu adalah) pengetahuan untuk menentukan hari baik dan hari jelek," tulisnya.
Dalam sistem padewasan ini, ada istilah yang dikenal sebagai carik walang hati.
Caril walang hati artinya ketetapan waktu yang tidak baik dipakai untuk melaksanakan upacara terhadap leluhur (Pitra Yadnya) dan pernikahan (wiwaha).
Carik walang hati ini jatuh pada Wuku Sinta, Gumbreg, Wariga, Sungsang, Kuningan, Perangbakat, Wayang, Kelau dan Watugunung.
Jika merujuk pada kalender, maka selama seminggu ini mulai dari Minggu, (25/11/2018) hingga Sabtu, (01/12/2018), adalah jatuhnya Wuku Wariga.
Oleh karena itu, selama satu minggu ini ditandai sebagai hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan dan upacara terhadap leluhur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kalender-bali_20180220_165021.jpg)