UPDATE-12 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Nduga Papua, 3 Orang Alami Luka Tembak
Akhirnya pasukan gabungan berhasil mengevakuasi 12 masyarakat sipil ke Wamena menggunakan helikopter,
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Rizki Laelani
UPDATE- 12 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Nduga Papua, 3 Orang Alami Luka Tembak
TRIBUN BALI.COM, JAYAPURA - Akhirnya pasukan gabungan berhasil mengevakuasi 12 masyarakat sipil ke Wamena menggunakan helikopter, sekitar pukul 17.55 WIT, Selasa (4/12/2018).
Hal tersebut dibenarkan Wakapendam XVII/Cendrawasih Letkol Infanteri Dax Sianturi saat dikonfirmasi saat dihubungi Tribun-Bali.com melalui sambungan telepon.
“Iya 12 warga berhasil kita evakuasi dari Nduga. Empat orang karyawan PT Istaka Karya (3 luka tembak, 1 tanpa luka-luka), enam, orang pekerja Puskesmas distrik Mbua (tanpa luka-luka) 2 orang pekerja SMP distrik Mbua,” ungkapnya.
Lebih lanjut Letkol Infanteri Dax Sianturi menyampaikan korban luka-luka sedang mendapat perawatan dari tim medis. Sementara yang lain diamankan oleh aparat TNI-Polri.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, mengungkap kronologi pembunuhan terhadap 31 pekerja PT Istaka Karya yang diduga dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kamal bercerita bahwa pada hari Senin (3/12/2018) sekitar pukul 15.30 WIT, didapat informasi dari masyarakat terkait adanya pembunuhan kepada para pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak.
Baca: 31 Pekerja Diduga Dibunuh di Papua, Tanda Tanya Muncul Setelah 1 Mobil Strada yang Tak Kembali
Baca: Kelompok Bersenjata di Papua Bikin Teror, 31 Pekerja Tambang Tewas, Berawal dari Telepon Jhoni
Baca: Teror di Papua, Usai Tembak Mati 31 Pekerja, 1 TNI Gugur Dihabisi Kelompok Bersenjata
Baca: 1 Pekerja Dilaporkan Selamat, Ini Penyebab KKB Bantai 31 Pekerja di Papua, TNI Buru Egianus Kogoya
"Dari informasi masyarakat bahwa pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak, Fistrik Yigi, Kabupaten Nduga," ujar Kamal, dalam keterangannya, Selasa (4/12/2018).
Baca: Bule Curi Pakaian Dalam di Kuta, Disembunyikan di Area Sensitifnya, Melawan Saat Kepergok
Sementara pada Sabtu (1/12/2018) sekitar pukul 20.30 WIT, Project Manager PT. Istaka Karya paket pembangunan jembatan Habema-Mugi, Cahyo mengaku mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Jhoni.
Jhoni sendiri adalah koordinator lapangan PT. Istaka Karya pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi.
"Akan tetapi Bapak Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut," jelasnya.
Sementara itu, informasi dari pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena bahwa tanggal 30 November 2018 pukul 04.00 WIT tercatat 1 mobil Strada dengan supir atas nama MS dengan muatan BBM Solar milik PT. Istaka Karya, tercatat menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi dengan membawa 5 orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.
Baca: 1 Pekerja Dilaporkan Selamat, Ini Penyebab KKB Bantai 31 Pekerja di Papua, TNI Buru Egianus Kogoya
Baca: 31 Jasad Pekerja yang Dihabisi Kelompok Bersenjata di Papua Belum Bisa Diambil, Ini Alasannya
Baca: Setelah Membantai 31 Pekerja di Nduga dan Ditrik Yigi, Papua, Orang Ini yang Sekarang Paling DICARI
Baca: PERINTAH MENHAN: Tak Ada Negosiasi, Menyerah Atau Diselesaikan, Ini Agenda Mereka
Baca: Evakuasi 31 Jasad Korban Pembantaian Sore Ini, Tim Ini yang Akan Diterjunkan Langsung ke TKP
Sehari berselang, pada tanggal 1 Desember 2018 pukul 02.00 WIT tercatat kembali 2 mobil menuju ke Camp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya.
"Pada tanggal 2 Desember 2018, pukul 20.00 WIT, 1 mobil Strada kembali ke Wamena dan pada hari Senin tanggal 3 Desember 2018, 1 mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ini-proyek-jembatan-di-nduga-papua-tempat-bekerja-31-orang-yang-dibantai-pelaku-teror.jpg)