Liputan Khusus

Surat Emas Pemberian Raja Bali Ini Jadi Koleksi Museum di Belanda, Dr Francine: Mahal & Langka

Dr Francine Brinkgreve, kurator Insular Southeast Asia, mengatakan bahwa dari ribuan treasure Bali di Belanda, ada yang berangka tahun 1745

Surat Emas Pemberian Raja Bali Ini Jadi Koleksi Museum di Belanda, Dr Francine: Mahal & Langka
Tribun Bali/Ni Ketut Sudiani
Codices Manuscripti XXIII Catalogue of Balinese Manuscripts (1987) Volume II oleh HIR Hinzler. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dr Francine Brinkgreve, kurator Insular Southeast Asia, mengatakan bahwa dari ribuan treasure Bali di Belanda, ada yang berangka tahun 1745, dan diberikan oleh raja (di Bali) kepada gubernur jenderal.

“Ada surat emas itu. Pada saat itu, Belanda sudah memiliki hubungan dengan Bali. Surat emas itu benar-benar tak biasa. Itu adalah objek yang paling mahal dan sangat langka. Itu rasanya diberikan pada masa-masa paling awal hubungan Bali dengan Indonesia,” jelas Francine saat ditemui Tribun Bali di kantornya di gedung pertama Museum Volkenkunde.

Francine juga berperan dalam mendata dan turut mengkoleksi benda-benda budaya Bali.

Termutakhir, tahun 2018, dia membeli lukisan kontemporer Bali untuk kemudian menjadi koleksi museum.

Setelah melakukan pengecekan pada data inventaris digital miliknya, Francine memberikan konfirmasi bahwa jumlah benda berharga yang sekarang disimpan di Belanda ada sekitar 9.000 benda.

Sebagian besar ada di Museum Volkenkunde di Leiden, Museum Tropen di Amsterdam, dan Museum Wereld di Rotterdam, dan sebagian kecil masih disimpan oleh museum lainnya.

Benda-benda tersebut berupa lontar, keris, tekstil, peralatan ritual, lukisan, patung, wayang kulit, foto, benda seni, termasuk lukisan karya maestro I Gusti Nyoman Lempad dan tokoh spiritual I Ketut Liyer yang sempat terkenal karena berperan dalam film Eat, Pray, and Love.    

“Jadi apa yang dulu mereka tidak mau (simpan) di Jakarta, dikirim ke Leiden dan Amsterdam,” jelas Francine yang sempat meneliti tentang makna Lamak di Bali.  

Selain surat emas, benda berharga lainnya adalah pintu Kerajaan Badung dan Tabanan.

Setelah perang puputan, WOJ Nieuwenkamp yang tercatat sebagai seniman (pelukis) Eropa pertama yang melakukan ekspedisi ke Bali, berhasil menyelamatkan pintu Puri Badung itu.

Halaman
123
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved