12 ABK dan Kapten Kapal Selamat dari Maut, Karam Usai Tabrak Karang di Pantai Karangdadi
Warga Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, dikagetkan karamnya kapal nelayan di pesisir Pantai Karangdadi
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Warga Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, dikagetkan karamnya kapal nelayan di pesisir Pantai Karangdadi, Rabu malam (12/12/2018) pukul 22.00 Wita.
Kapal tersebut karam usai sempat menabrak karang.
Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada menjelaskan, warga mendapati kapal nelayan itu telah karam sekitar pukul 22.00 Wita.
Kapal nelayan itu terlihat samar-samar berwarna hijau sekitar 10 meter dari bibir pantai.
Karena ombak yang cukup besar, warga kesulitan untuk mengevakuasi anak buah kapal (ABK).
"Dari pantauan, tidak ada sumber pencahayaan di kapal itu. Kemungkinan mesinnya mati," ujar Putu Widiada.
Di tengah gelapnya malam, warga bersama tim reaksi cepat (TRC) BPBD Klungkung dan Kepolisian berhasil mengevakuasi 12 ABK dengan kapten kapal bernama Suhadi (45).
Dari keterangan kapten kapal, Suhadi, kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Benoa menuju perbatasan Ambon dengan membawa muatan penuh berupa umpan ikan.
Kapal itu bertolak sekitar pukul 14.00 Wita, dengan jumlah ABK 12 orang.
Namun pada saat kapal sudah berada di tengah laut, tiba-tiba satelit mati dan kapten kapal tidak mengerti arah yang dituju.
Sehingga, kapal sempat terombang-ambing gelombang di tengah laut tanpa arah yang jelas.
Sekitar pukul 20.00 Wita, kapal yang mesinnya sudah mati itu lalu menabrak karang, sehingga karam dan terdapar di pesisir Pantai Karangdadi.
"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Semua ABK dan Kapten Kapalnya saat ini sudah berada di Polres Klungkung," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seorang-abk-menceritakan-kronologis-kapal-nelayan-yang-karam.jpg)