Buku Mengurai Misteri Kehidupan Sebuah Upaya Melakukan Riset ke dalam Diri Sendiri
Dalam buku Mengurai Misteri Kehidupan ini terdapat sebuah komparasi antara riset modern dengan temuan para Maha Rsi pada zaman dahulu
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama ini ada sebuah keyakinan antara agama dengan sains tidak pernah menyatu.
Namun, berbeda dengan yang dijabarkan dalam buku Mengurai Misteri Kehidupan karya Gauri Samkar Gupta melihat bahwa keberadaan sains yang semakin berkembang justru akan semakin mendekati Weda.
Dalam buku Mengurai Misteri Kehidupan ini terdapat sebuah komparasi antara riset modern dengan temuan para Maha Rsi pada zaman dahulu.
"Jadi Wedik lebih saintifik daripada sains yang sekarang," kata penerjemah buku tersebut, I Gede Suwantara di Indian Culture Center pada Rabu (12/12/2018).
Zaman saintifik melihat bahwa saat inilah sesungguhnya kebahagiaan umat manusia itu ada.
Hal itu bisa dilihat dari era kini yang sangat memanjakan masyarakat dengan berbagai kemudahan, seperti bisa belanja dari rumah dan lain sebagainya.
"Tetapi sebagian besar manusia gagal bahagia. Ada kesalahan yang besar disana," jelasnya.
Sementara itu, jika dilihat pada zaman kuno, Weda sudah menjelaskan bahwa jika manusia ingin bahagia maka mereka harus melihat ke dalam diri dan bukan malah di luar diri.
"Kebahagiaan tidak ada di luar, kebahagian ada di dalam. Yang perlu kamu lakukan adalah kebahagiaan dirimu sendiri," kata Suwantara seraya menirukan bunyi Weda tersebut.
Kemudian jika melihat riset-riset yang dilakukan pada zaman dahulu maka lebih banyak dilakukan ke dalam diri sendiri, dan itu berbanding terbalik di era saat ini yang selalu empiris tentang segala sesuatu yang mampu dilihat dan didengarkan.
Riset yang melihat keluar semacam itu ukurannya sangat terbatas sehingga sains modern tidak mampu memberikan kulminasi dari suatu kehidupan.
"Kalau segala sesuatu kita temukan di luar, sedangkan diri kita tidak berkembang. Nah, yang perlu justru riset ke dalam. Nantinya sains akan menyatakan demikian: kalau mau riset ke dalam," jelasnya.
Dalam buku ini, dijelaskan Suwantara bahwa riset ke dalam nantinya akan mampu melihat dan mengetahui semua alam semesta ini.
Hal ini dikarenakan manusia harus menemukan sesuatu yang tersembunyi dari ciptaan-Nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/acara-launching-buku-mengurai-misteri-kehidupan.jpg)