Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jelang Penampahan Galungan, 14 Dokter Hewan Dikerahkan Cek Daging di 27 Pasar Kota Denpasar  

Sehari sebelum itu, ada tradisi 'Nampah' atau memotong hewan yang biasa dilaksanakan sehari sebelum Hari Suci Galungan

Penulis: eurazmy | Editor: Irma Budiarti
Humas Kota Denpasar
Tim dokter hewan saat mengecek kesehatan hewan babi sebelum tradisi penampahan galungan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan akan tiba beberapa hari lagi.

Sehari sebelum itu, ada tradisi 'Nampah' atau memotong hewan yang biasa dilaksanakan sehari sebelum Hari Suci Galungan yang dikenal dengan istilah Penampahan Galungan. 

Berkaitan dengan keamanan dan kesehatan pangan masyarakat, Dinas Pertanian Kota Denpasar melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan menyiagakan 11 dokter hewan, untuk melaksanakan pengecekan daging di 27 pasar yang berada di Kota Denpasar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Rumah Pemotongan Hewan Kota Denpasar, I Gede Nyoman Wiratanaya mengatakan, saat perayaan Galungan pihaknya akan mengerahkan 14 orang tenaga pemotong hewan yang terlatih dan berpengalaman. 

Selain itu, turut disiagakan 5 orang tenaga dokter yang menangani pemeriksaan antemortem (hewan sebelum disembelih).

"Juga ada 4 orang tenaga dokter hewan yang melaksanakan pengecekan postmortem (hewan setelah disembelih)," paparnya.

Hal ini, kata dia, dalam rangka menunjang kelancaran pemotongan hewan, jelang hari besar keagamaan senantiasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih. 

"Sehingga hewan yang disembelih nantinya menghasilkan daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi," jaminnya.

Hal ini menurut Wiratanaya dilakukan dengan pemeriksaan secara rutin terhadapi higienitas dan sanitasi, baik pemeriksaan hewan sebelum dipotong (antemortem) maupun pemeriksaan daging hasil pemotongan (postmortem). 

"Hal ini tidak lain untuk menjamin keamanan masyarakat dalam mengonsumsi pangan asal hewan, khususnya daging babi yang sehat, aman dan utuh," tuturnya.

"Masyarakat yang akan menyembelih sendiri diharapkan berkordinasi dengan RPH jika penyembelihan tidak dilaksanakan di RPH, sehingga kesehatan, hygiene dan sanitasi dari hewan yang akan disembelih dapat tetap terjaga," pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra mengimbau bahwa seluruh hewan ternak khususnya babi yang identik dipotong masyarakat menjelang Hari Suci Galungan ini agar diperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih. 

Hal ini dapat dilaksanakan dengan menggandeng Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk melaksanakan pengecekan kesehatan hewan sebelum dan pasca disembelih.

"Semua pihak agar selalu meningkatkan koordinasi, informasi dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan sanitasi yang ada," himbaunya.

Ia mengimbau kepada konsumen agar tidak mengonsumsi daging mentah alias belum dimasak, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat perayaan Hari Suci Galungan nanti. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved