Larisnya Penjual Penjor Jelang Galungan; Semadi Sudah Terima 100 Pesanan H-5
Hingga H-5 menjelang Hari Raya Galungan, penjual penjor di Tabanan sudah mulai dibanjiri pesanan
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sejumlah penjual penjor tampak sibuk mempersiapkan bambu untuk dihias di Jalan Kaswari, Desa Dauh Peken, Tabanan, Jumat (21/12/2018).
Hingga H-5 menjelang Hari Raya Galungan, mereka sudah mulai dibanjiri pesanan. Setidaknya ada 100 penjor yang sudah dipesan.
I Made Agus Semadi, seorang pembuat penjor di Tabanan mengatakan, pemesanan penjor mulai meningkat dua pekan sebelumnya. Bahkan, hingga saat ini pesanan penjor sudah mencapai 100 buah.
"Dari dua pekan lalu sudah ada yang memesan, yang paling banyak dari Kota Tabanan, mungkin karena kesibukan masyarakat," ujar Semadi, Jumat (21/12/2018).
Untuk harga penjor yang ditawarkan bervariasi menyesuaikan dengan hiasan yang digunakan baik dari segi ukuran dan tingkat kerumitannya.
Harga penjor ambu Rp 150 ribu sampai Rp 165 ribu. Sedangkan untuk penjor ental Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu.
"Untuk harga semua tergantung dari ukuran pemesanannya," sebut pria berusia 45 tahun ini.
Dia menjual dua jenis penjor, yakni penjor ambu dengan hiasan daun aren dan penjor ental yang terbuat dari daun ental. Tetapi di Tabanan permintaan pembeli penjor lebih banyak pada penjor ambu.
Semadi mendatangkan bahan baku bambu dan bahan lainnya dari Desa Belimbing, Pupuan dan daerah Buleleng.
Bahan baku dibawa setiap enam bulan sekali. Per satu biji bambu dengan ukuran minimal tujuh meter. Harganya berkisar dari Rp 20 sampai Rp 35 ribu.
Semadi mengaku kewalahan saat banyak pesanan. Sehingga, ketika momen seperti Galungan datang, pihaknya mendatangkan tenaga sebanyak lima orang.
"Sehari bisa membuat lima buah penjor," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penjual-penjor-di-tabanan.jpg)