Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pembuatan Desain Tapak untuk Taman Mangrove Dimulai Tahun 2019 Ini

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tahun 2019 ini akan mulai menata Taman Mangrove

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani saat ditemui Tribun Bali di kantornya, Kamis (3/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tahun 2019 ini akan mulai menata Taman Mangrove, khususnya yang berada di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai yang nantinya akan dijadikan sebagai pusat studi mangrove.

Mulai tahun 2019 ini, Pemprov Bali akan memulainya dengan membuatkan desain tapak.

Desain tapak ini membutuhkan beberapa kajian untuk memasukkan berbagai rencana yang akan dibuat.

"Mungkin pusat studinya di sebelah mana, (itu) sesuai dengan kajian-kajian yang ada," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani saat ditemui Tribun Bali di kantornya, Kamis (3/1/2019).

Guna melakukan berbagai kajian dan pengembangan Tahura tersebut, Pemprov Bali telah meminta bantuan kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan sudah bersurat ke pemerintah pusat.

Dirinya menjelaskan bahwa guna membuatkan desain tapak tersebut, Pemprov Bali telah menganggarkan dana sekitar Rp 200 juta.

Sejauh ini, dijelaskan Ayu Aryani, reboisasi mangrove bukanlah hal mudah.

Hal itu karena mangrove sulit untuk hidup dan berkembang.

Harapannya, hal ini bisa diteliti oleh LIPI sehingga nantinya di kawasan Tahura mangrove bisa hidup dengan mudah, misalnya dalam penanamannya menggunakan teknik tertentu.

"Tanam ya tetep tanam, tapi keberhasilan hidupnya itu sebenarnya yang harus kita pikirkan, tidak hanya sekadar tanam," jelasnya lagi.

Selain itu, kebersihan kawasan mangrove juga perlu diperhatikan, terlebih saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti darimana sumber sampah mangrove itu berasal, sehingga perlu dilakukan penelitian.

Ayu Aryani memprediksi kedatangan sampah itu tentu dari darat dan bisa juga bersumber dari awal kapal.

Baca: Jatah Bensin Hanya 30 Liter, Perpustakaan Keliling Kesulitan Perluas Cakupan Layanan

Baca: Terungkap, Brigpol DS Akui Video Porno Berdurasi 11 Menit yang Dikirim ke Pacar Adalah Miliknya

Baca: Terungkap, Brigpol DS Akui Video Porno Berdurasi 11 Menit yang Dikirim ke Pacar Adalah Miliknya

Baca: Gunakan 9 Elemen Feng Shui Ini, Dipercaya Bisa Membawa Keberuntungan Cinta di Tahun 2019

Wacana dalam melakukan penataan mangrove ini dikeluarkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster usai menghadiri sidang paripurna DPRD Bali pada Selasa, 6 November 2018 lalu.

Kawasan yang akan dijadikan pusat studi mangrove diantaranya kawasan Tahura termasuk di Teluk Benoa.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved