Target 347 Titik Pemasangan Wifi Gratis di Gianyar, Kini Baru Terpasang di 43 Desa Pakraman
Dalam waktu dekat ini, seluruh desa pakraman, puskesmas dan obyek wisata di Gianyar akan mendapatkan Wifi gratis
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Dalam waktu dekat ini, seluruh desa pakraman, puskesmas dan obyek wisata di Gianyar akan mendapatkan Wifi gratis.
Dana pemasangan berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali. Saat ini, WIFI baru terpasang sebanyak 43 desa pakraman di Gianyar. Jarak jaringan wifi maksimal menjangkau area 15 meter.
Berdasarkan data Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Gianyar, Wifi gratis ini akan dipasang di 347 titik strategis di Kabupaten Gianyar.
Rinciannya, 273 titik desa pakraman, 13 puskesmas dan 61 destinasi pariwisata.
Namun hingga saat ini, WIFI baru terpasang di 43 desa pakraman saja. Hal tersebut lantaran di desa pakraman ini dekat dengan jaringan Wifi milik Telkom, sebagai penyedia layanan.
Sekdis Infokom Gianyar, I Gede Daging, yang juga menjabat Kepala Bidang Peyelenggara E-govermen Kominfo, Selasa (8/1/2019) mengatakan, pendataan terkait titik yang akan dipasangi Wifi gratis ini sudah dilakukan sejak tahun 2018.
Dalam menentukan lokasi pemasangan Wifi di desa pakraman, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada prajuru desa.
Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kecemburuan antar banjar, mengingat dalam satu desa pakraman biasanya terdiri dari sejumlah banjar dinas.
“Bendesa yang kami suruh untuk menentukan dimana akan dipasang, agar tak ada kecemburuan. Sebab Wifi ini hanya berkapasitas 20 MBPS atau menjangkau jarak maksimal 15 meter, jadi tak bisa menjangkau semua banjar. Astungkara, sebagian besar benda memilih lokasi netral, di wantilan desa pakraman,” ujarnya.
Sejauh ini, kata Daging, pemasangan baru dilakukan di 43 desa pakraman, sementara puskesmas dan obyek wisata masih menunggu giliran.
Sebab dalam pemasangan ini, dilakukan langsung oleh Telkom. Pihaknya hanya memberikan data jumlah desa pakraman, puskesmas dan objek wisata, serta data di titik mana Wifi akan dipasang.
Terkait desa pakraman yang lokasinya terisolir, yang pelayanan listrinya saja masih terbatas, Daging memastikan tahun ini juga akan mendapatkan Wifi gratis.
“Di tahun ini, kami yakin di semua tempat akan terpasang. Sebab program ini sangat penting, mengingat informasi tentang apapun di Gianyar, kerap disebarkan melalui media sosial. Jadi dengan adanya Wifi ini, semua informasi akan diterima masyarakat secara cepat, dan dimanapun,” tandasnya.
Daging mengungkapkan, dalam pemasangan WIFI ini, desa pakraman, puskesmas maupun obyek wisata tidak dipungut biaya.
Mereka hanya cukup menyediakan listrik. Terkait jika nanti Wifi yang dipasang mengalami permasalahan, ia menyarankan untuk melapor ke Dinas Kominfo Gianyar atau langsung ke Telkom.
“Tidak ada pungutan biaya, cuma menyediakan tempat dan listrik. Nanti Wifi ini akan pakai ID Pemprov Bali, tanpa ada password. Saya berharap, setelah Wifi terpasang, agar masyarakat bijak menggunakan internet,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-wifi_20180411_144715.jpg)