NASA Unggah Foto Piring Terbang, Begini Kisah Sebenarnya
"Piring terbang dari luar angkasa hancur mendarat di gurun Utah setelah dilacak oleh radar dan dikejar dengan helikopter,"
"Bahan-bahan yang kami gunakan dalam susunan kolektor Genesis harus cukup kuat secara fisik untuk diluncurkan tanpa rusak, menyimpan sampel ketika terpapar panas Matahari, dan cukup murni agar kami dapat menganalisis elemen angin matahari," ungkap Amy Jurewics, salah satu peneliti yang terlibat dikutip dari Science Alert, Sabtu (12/01/2019).
Kecelakaan Piring Terbang
Sekitar 8 September 2004, kapsul sampel dan susunannya yang berharga itu memasuki orbit Bumi kembali.
Sayangnya, kapsul berupa piring terbang itu menabrak tanah di Gurun Utah dengan kecapat diperkirakan mencapai 310 km/jam.
Padahal seharusnya, ketika memasuki atmosfer Bumi, sebuah mortir di atas kapsul itu akan meledak dan melepaskan parasut.
Dengan begitu, seharusnya, kapsul bergerak lebih lambat dan lebih stabil.
Dalam foto kecelakaan itu, kita bisa melihat ada beberapa helikopter di sekitar piring terbang.
Sebelumnya, mereka bersiap mengambil kapsul di udara dan langsung mengangkutnya ke laboratorium untuk menghindari kontaminasi sampel.
Namun sayang, rencana itu tak bisa dilaksanakan dengan mulus.
Biang Keladi
Setelah dilakukan penyelidikan menyeluruh, biang keladi dari masalah ini adalah satu set sensor.
Sensor itu bahkan hanya seukuran ujung pensil.
Perangkat kecil ini harusnya mendeteksi peningkatan kekuatan gravitasi ketika memasuki Bumi dan memicu pelepasan parasut.
Pada akhirnya, kecelakaan ini menyebabkan kerusakan parah dan mencemari muatan berharga di dalamnya.
Beruntungnya, misi Genesis tidak sepenuhnya hancur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-unggahan-nasa-tentang-piring-terbang-yang-menabrak-gurun-utah.jpg)