SRB

Made Sasmita, Menekuni Tenun Cag Cag Sejak 1985 Silam

Kerajinan tenun Bali masih lestari di Desa Sangkar Agung, Kecamatan Jembrana, Jembrana.

Made Sasmita, Menekuni Tenun Cag Cag Sejak 1985 Silam
TRIBUN BALI/I MADE ARDHIANGGA
Sasmita saat menujukkan keterampilan dalam pembuatan Tenun Cagcag 

"Kalau dijual sekitar Rp 350 ribu. Kalau lengkap hingga udeng Rp 500 ribu," jelasnya.

Sasmita menyebutkan, untuk pembuatan saput yang sedang dikerjakan, misalnya saja, ia membutuhkan benang nilon warna warni, sebagai bahan dasarnya.

Sedangkan alat yang digunakan ialah blida, seleran, apit, jeriring, serat (seperti sisir), por serta pandalan juga cagcag.

"Kenapa dinamai tenun cagcag? Karena dihasilkan dari suara alat tenun itu sendiri berupa cagcag. Ketika membuat, alat tenunnya itu berbunyi cag, cag," paparnya.

Sasmita menuturkan, untuk membuat tenun cagcag paling lama satu minggu. Dan pembuatan ini, rata-rata dilakukan atau dikerjakan sambilan oleh ibu-ibu.

Per kelompok pembuat tenun cagcag sekitar 10 orang. Dan diakuinya, tingkat kesulitan dalam pembuatan tenun ini ialah membuat motif paling sulit. Harus dihitung satu sisir atau menghitung naik turun untuk membikin motif.

"Seperti serat itu harus 1800 atau 1200. Itu yang sulit. Ya, mudah-mudahan untuk ke depannya harga lebih bisa meningkat lagi. Benang sudah mahal. Jadi semoga hasil produksi tidak menurun," bebernya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved