Tahun Ini, 3000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Siap Dibangun di Bali

Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengembangan Permukiman dan Perumahan Rakyat Bali pada tahun 2019 ini siap membangun sebanyak 3000 unit rumah

Tahun Ini, 3000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Siap Dibangun di Bali
TRIBUN BALI/I WAYAN SUI SUADNYANA
Musyawarah Daerah (Musda) I dan Pelantikan DPD Himperra di Inna Grand Bali Beach, Jumat (25/1/2019) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengembangan Permukiman dan Perumahan Rakyat (DPD Himperra) Bali pada tahun 2019 ini siap membangun sebanyak 3000 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD Himperra Bali, Wayan Jayantara saat ditemui awak media usai pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) I dan Pelantikan DPD Himperra di Inna Grand Bali Beach, Jumat (25/1/2019).

"Jadi kami ke depan akan memberikan perumahan khususnya di bidang perumahan MBR itu adalah sebanyak 3000 unit yang sesuai target kami," terang Jayantara.

Jayantara mengakui, jumlah 3000 unit pada tahun 2019 ini berkaca dari tahun sebelumnya yang sebenarnya hanya ditargetkan sebanyak 1.400 unit ternyata melampaui target menjadi 2.243 unit.

"Nah ini suatu kinerja yang luar biasa yang mana Himperra Bali ini adalah masih embrio saya katakan, masih baru. Baru bajunya lama orang-orangnya," ungkapnya.

Baca: Keluarga Sesalkan Pengembang Perumahan, Begini Kondisi Terkini Made Oktara Korban Longsor di Gianyar

Baca: Bangunan Blok G Perumahan yang Ambles di Tabanan Dinyatakan Bodong

Dirinya menambahkan, rencana untuk pembangunan rumah MBR sebanyak 3000 unit ini nanti ada di Kabupaten Klungkung, Singaraja, Jembrana dan Tabanan.

Daerah itu dipilih karena dinilai penjualan untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sesuai dengan harga tanahnya.

Sementara kalau dibandingkan dengan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Himperra Bali sudah merasa kesulitan karena harga tanah sudah lumayan tinggi.

"Kami sudah kesulitanlah ya (di kabupaten Badung dan Kota Denpasar) karena harga tanah itu sudah enggak cocok, engga ketemu kita," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved