Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, BMKG Imbau untuk Tetap Waspada
Kalau untuk femomena Siklon Tropis Riley memang sudah mulai menjauh. Meski demikian, secara tidak langsung menimbulkan area konvergensi
Penulis: Rino Gale | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Cuaca Ekstrim berupa angin kencang dan gelombang tinggi membuat para nelayan khususnya di pantai Kedonganan libur untuk berlayar.
Tidak hanya itu, stok ikan di pasar ikan Kedonganan pun berkurang dan menyebabkan harga ikan naik.
Walau angin kencang atau fenomena siklon tropis riley yang melanda tiga hari lalu ini semakin menjauh, namun tetap memberi dampak gelombang tinggi di perairan Selatan Bali.
Salah seorang nelayan, Akbar mengungkapkan, pihaknya dan para nelayan lainnya libur karena angin serta gelombang tinggi. "Ya sementara libur melaut kita. Tentu saja cuaca semacam gini jarang sekali ada yang melaut," ujarnya sambil membersihkan perahu.
Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Wilayah III Denpasar mencatat masih terjadi gelombang tinggi dan mengimbau para nelayan untuk waspada dan tetap memperhatikan peringatan cuaca terkini.
Fenomena siklon riley akan bergerak terus ke arah Selatan dan menjauhi wilayah Indonesia termasuk Bali. Sehingga dampak langsung yang menimbulkan angin kencang sudah mulai mengecil.
Baca: BMKG Denpasar: Waspadai Fenomena Siklon Tropis Riley Dua Hari Kedepan, Ciri-cirinya Telah Terasa
Baca: Peringatan Dini BMKG : Gelombang Tinggi, Laut Jawa-Bali Bisa Capai 4 Meter
Saat ini, Bali kembali monsun Asia, pergerakan angin basah dari utara (Asia) lebih mendominasi dan Bali dan Jawa serta sekitarnya akan memasuki musim puncak hujan pada Februari dan Maret mendatang.
"Kalau untuk femomena Siklon Tropis Riley memang sudah mulai menjauh. Meski demikian, secara tidak langsung menimbulkan area konvergensi atau pertemuan angin dari arah barat. Namun, lebih banyak di Jawa dan Bali lebih aman," ujar Imam Faturahman selaku Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Wilayah III Denpasar, Senin (28/1/2019)
Lanjutnya, dengan bergeraknya fenomena siklon tropis riley yang menjauhi wilayah Bali ini, otomatis menurunkan intensitas gelombang di perairan Bali.
Saat ini, untuk Selatan perairan Bali saat ini sudah menurun dari kisaran 2,5 meter sampai 4 meter, sementara di Selat Bali 2,5 meter.
Walau demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada nelayan dan masyarakat yang melakukan aktivitas di perairan agar tetap waspada dan memperhatikan setiap imbauan yang dikeluarkan.
"Semenjak pergelarakan siklon tropis riley menjauh, memang gelombang laut menurun saat ini. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya gelombang tinggi juga. Kita tetap mengimbau kepada nelayan agar lebih waspada," ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-gelombang-tinggi-kompas.jpg)