Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kisah Cinta Beda Kasta di Bali Akan Diangkat Dalam Sebuah Film

Di Bali itu sangat kental dengan kasta dan perkawinan kasta itu nanti akan saya film-kan,” tutur pria asal Singaraja ini

Tayang:
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/ Saiful Rohim
Suasana di Desa Tenganan Pegerinsingan, Kecamatan Manggis saat hari raya Galungan, Rabu (10/2/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Fotografer sekaligus Selebgram Bali, Kadek Puja Astawa setelah sukses bermain dalam sebuah film, kini ia berniat membuat sendiri sebuah film yang akan di sutradainya sendiri, menulis ceritanya sendiri dan ikut bermain juga dalam film tersebut.

“Saya akan menggarap sebuah film layar lebar. Film ini tentang perkawinan maaf kalau di Bali itu kan ada perkawinan kasta. Di Bali itu sangat kental dengan kasta dan perkawinan kasta itu nanti akan saya film-kan,” tutur pria asal Singaraja ini, beberapa waktu lalu di sela kegiatannya mengikuti Maxi Society Touring.

Pemilik akun instagram @haipuja tersebut menyampaikan film yang akan dikerjakannya ini sangat menyentuh dan Bali sekali jalan ceritanya.

“Saya sudah observasi dan beberapa orang mengatakan biaya perkawinan Bali yang besar katanya. Ternyata bisa diminimalisir. Dan di iya-kan, tidak ada yang salah. Yang membuat biaya besar itu gengsinya. Tentang perkawinan berkasta kenapa orang tua itu yang berkasta melarang anaknya kawin denga kasta di bawahnya. Bukan kenapa  tetapi karena ada alasan yang masuk akal keluarga harmonis,” papar Puja Astawa.

Ia menambahkan ini merupakan film komedi yang dikemas sedikit dengan adat budaya Bali. Ia pun berharap semoga bisa terealisasi dengan baik.

“Rencananya di bulan Juli nanti sudah bisa tayang. Karena kan bulan Juli itu bulan-bulan orang liburan. Produksi semua di Bali lokasi ada yang di desa Tenganan, Ubud dan wilayah lainnya. Saya ingin menonjolkan uniknya orang Bali. Banyak film di Bali tetapi di buat oleh orang luar Bali kenapa saya tidak membuatnya juga tetapi mereka tidak tahu persis bagaimana aslinya orang Bali,” ungkapnya.

Saat disinggung apakah film garapannya akan jadi film nasional?

Puja Astawa menjawab bahwa film ini akan berbahasa Bali dan tayang di Bali.

Hal tersebut dikarenakan kendala budget yang tidak besar.

“Yang saya buat kan selalu ada kaitannya dengan budaya Bali. Saya melihat dan mendengarkan kehidupan orang Bali yang mengeluh dan lainnya lalu saya buatkan narasi-narasi yang apik dikemas dalam sebuah video. Tapi saya tidak mau ada yang tersindir atau semacamnya terhadap semua yang saya kerjakan,” imbuhnya.

Dan saat disinggung siapa saja pemain pada film yang akan digarapnya dalam waktu dekat, Puja menuturkan dirinya tidak memerlukan pemeran yang hebat akting, tetapi lebih kepada pemeran yang natural.

“Rencananya saya akan mengajak Bupati Badung, Walikota Denpasar, Jun Bintang, Made Blanco atau lainnya yang memiliki karakter kuat dalam cerita saya. Beberapa pemain yang sering saya ajak dalam video sebelumnya juga saya ajak,” tambahnya.

Puja Astawa meminta dukungan dan doa dari masyarakat Bali untuk dapat membantu menyukseskan karya film layar lebar yang akan digarapnya ini dengan durasi 1,5 jam itu.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved