Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Piala Indonesia

Bali United vs Persela Lamongan, Digoyang Isu Suap Wasit Begini Respon El Capitano Bali United

Publik Bali dikejutkan isu tak sedap. Tim kebanggaan Bali United disebut-sebut terlibat isu suap wasit Rp 40 juta.

Penulis: Marianus Seran | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Dwi Suputra
Bali United vs Persela Lamongan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat, (22/2/2019) pukul 20.00 Wita. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Publik Bali dikejutkan isu tak sedap. Tim kebanggaan Bali United disebut-sebut terlibat isu suap wasit Rp 40 juta.

Namun demikian, skuat Bali United memastikan tak akan terpengaruh dengan isu tersebut saat menghadapi Persela Lamongan.

Serdadu Tridatu kembali bersua Tim Laskar Joko Tingkir pada leg kedua babak 16 besar Piala Indonesia di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (22/2) pukul 20.00 Wita malam ini.

Laga ini jadi penentu tim asuhan Stefano Cugurra Teco lolos ke babak 8 besar.

Kapten Bali United, Fadil Sausu, menegaskan tim tak terpengaruh dengan isu suap wasit yang mengemuka pada acara Mata Najwa di Trans7, Rabu (20/2) malam.

Menurut pemain asal Palu ini, tugas pemain hanya bekerja keras saat di lapangan latihan dan pertandingan.

"Kami tidak tahu (itu). Yang kami tahu kerja keras dalam latihan dan pertandingan dan memberikan yang terbaik untuk Bali United," kata Fadil saat jumpa pers sebelum laga di Café Bali United, Gianyar, kemarin.

Berdasarkan pengakuan narasumber anonim Mata Najwa yang mengaku perangkat pertandingan, disebutkan bahwa YT (Yabes Tanuri, CEO Bali United) membayar perangkat pertandingan Rp 40 juta setiap kemenangan Bali United.

"Bukan rahasia umum lagi kalau memang di Bali segitu, uang imbalan apabila Bali menang," ucap perangkat pertandingan tersebut.

Lebih khusus, perangkat pertandingan tersebut menyebut saat pertandingan Bali United vs Persela, YT juga mengorder Rp 40 juta untuk kemenangan Bali United.

Perangkat pertandingan itu juga mengatakan pada setiap transaksi, YT kerap meminta seseorang bernama Danny untuk memberikan uang kepada perangkat pertandingan.

"Uang diberikan setelah pertandingan," ucap perangkat pertandingan tersebut.

Yabes Tanuri dalam klarifikasinya di Mata Najwa menyatakan dirinya tidak tahu menahu adanya aliran suap yang melibatkan Bali United.

“Tidak ada itu sama sekali dari saya. Kalau memerintah kemenangan kepada pemain pasti itu, saya ingin pemain menang. Begini, bonus ke pemain saja per pertandingan kalau menang 100 juta lebih, Jadi nggak mungkin kita melakukan hal itu,” katanya.

Terpisah, eks Kapten Gelora Dewata I Wayan Sukadana menyebut suap itu baru sekadar isu yang belum ada pembuktian akurat.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved