Dharma Wacana

Dimensi Beragama dan Ujaran 'Memperjuangkan Tuhan'

Saya selalu bertanya-tanya, untuk apa kita memperjuangkan Tuhan. Karena Tuhan adalah sebuah entitas yang tidak perlu diperjuangkan.

Dimensi Beragama dan Ujaran 'Memperjuangkan Tuhan'
Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi pemandangan matahari terbit dibalut halimun membungkus hamparan pohon dari atas bukit Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, Bali, Kamis (8/9/2016). 

TRIBUN-BALI.COM - Ikut campurnya agama ke ranah politik mengakibatkan politik Indonesia menjadi politik kriminal atau politik salah-benar.

Kondisi ini mengakibatkan, wajah agama yang seharusnya manis, justru menjadi beringas.

Terlebih lagi, maraknya ujaran ‘memperjuangkan Tuhan’.

Apa yang mendasari agama justru menjadi pengacau dalam ranah politik?

Beragama adalah sebuah jalan menuju Tuhan.

Mengapa ada istilah itu, karena dalam keyakinan apapun, semua meyakini yang ada ini berasal dari-Nya.

Karena berasal dari-Nya, maka kita harus kembali kepada-Nya.

Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda (TRIBUN BALI)

Ketika kembali pada-Nya, manusia akan dipengaruhi oleh dimensi psikologis.

Nah, pementaan psikis ini bermacam-macam jenis.

Karena itu, jangankan penganut agama yang berbeda.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved