Kisah Korban Selamat Terjebak 21 Jam di Tambang Emas di Sulawesi Utara, Rusdi: Kami Hanya Berdoa

Peristiwa bencana tanah longsor yang menimbun para penambang di Tambang Busa di Desa Bakan, Kecamatan Tanoyan, Kabupaten Bolmong menyisakan duka

Kisah Korban Selamat Terjebak 21 Jam di Tambang Emas di Sulawesi Utara, Rusdi: Kami Hanya Berdoa
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Cerita Deni Mamonto, Korban Longsor di Tambang Bakan yang Selamat 

Dari lima orang hanya dia bersama satu rekannya yang selamat 

Awalnya biasa saja, ratusan orang beraktivitas memukul bebatuan mencari material emas.

Satu jam kemudian yakni pada pukul 20.00 Wita, Deni melihat ada bebatuan kecil yang mulai berjatuhan. Berlangsung tak lama.

Tanda tersebut tak bisa dimanfaatkan penambang untuk menyelamatkan diri.

"Tiba tiba saja langsung ambruk. Ada bunyi seperti angin. Kami semua tertimbun tanah. Kaki saya terjepit batu dan mayat penambang lain," ujar Deni kepada Tribun Manado saat masih terbaring di tempat tidur Ruang IGD RSUD Kotamobagu.

Saat itu Deni tak menyerah. Dia terus menerus berdoa kepada Allah SWT.

Dia terus meminta agar dia diselamatkan.

"Saya terus berdoa kalau memang belum disini ajal saya maka tolak akang pa kita," ujar Deni.

Deni terjebak di satu titik tambang berukuran sekitar tiga kali tiga meter.

Dia bersama tiga orang lainnya. Dua orang adalah penambang dari daerah lain.

"Awalnya kami masuk lima orang, tiga sudah tidak tahu dimana. Ada dua penambang lain yang membantu kami keluar," ujar Deni.

Di saat itu Deni menahan sakit, kaki kirinya terjepit batu dan mayat. Perlahan dia berusaha mengeluarkan kaki kirinya.

"Awalnya saya dorong mayat, kemudian batu saya ketuk perlahan-lahan hingga menjadi tiga bagian. Saat itu bebatuan kecil terus berjatuhan. Tangan kiri saya gunakan menangkis batu kecil. Namun tetap saja ada beberapa yang lolos dan kena kening saya," ujar Deni.

Sekitar satu jam kemudian akhirnya Deni terhindar dari baik mayat maupun batu.

"Saya kemudian berusaha merangkak keluar perlahan. Saat itu terdengar banyak suara minta tolong. Tapi apa daya kami juga berusaha menyelamatkan diri," ujar Deni.

Deni akhirnya menghirup udara segar di luar lubang tambang

"Diluar sudah banyak orang saya diselamatkan, dievakuasi, dan dibawa ke rumah sakit," ujar Deni.

Keluar dari lubang tambang sekitar Pukul 21.00 Wita, tiba di Rumah Sakit Pukul 01.00 Wita.

Lokasi tambang cukup jauh.

Deni mengatakan masih banyak penambang yang terjebak didalam lubang tambang.

"Ada yang sudah meninggal terjepit batu. Tulang belakangnya sampai keluar," ujar Deni.

Deni mengatakan kejadian ini adalah yang terparah

"Sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini. Banyak penambang yang menjadi korban," ujar dia.

Deni sudah lama menjadi penambang.

Sejak duduk di bangku SMP dia sudah mulai menambang.

Saat ini dia sudah berusia 38 tahun dan masih menambang.

Terpantau di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) masih ada tiga orang korban yang dirawat.

Satu sudah pindah ke ruangan lain. Dua lainnya masih di IGD.

Satu orang di antaranya baru saja dibawa tadi pukul 10.00 Wita.

Namanya Rusman Pobela warga Pangian Barat.

Data yang dihimpun tribunmanado.co.id hingga Kamis Sore sudah 20 korban selamat yang berhasil dievakuasi dan 8 korban meninggal dunia

Tim evakuasi masih terus melakukan evakuasi terhadap para korban hingga Rabu petang. Evakuasi akan dilanjutkan pada Kamis.

Peristiwa longsor terjadi dalam lubang pengambilan material olahan emas ilegal lokasi tambang Busa, Desa Bakan yang masuk areal kontrak karya PT JRBM,  pada Selasa (27/2/2019) malam.

Saat itu diperkirakan puluhan warga masyarakat sedang berada di dalam lubang untuk mengambil material olahan emas, karena banyaknya warga yang sedang mengambil material olahan emas dengan cara digali dengan menggunakan linggis (cara manual).

Sehingga menyebabkan dinding lubang ambruk dan menimpa warga yang saat itu sedang berada di dalam lubang tersebut.

Lokasi tersebut sejak tahun 2018 dijadikan warga sekitar untuk mengambil material olahan emas secara ilegal.

Sehingga pada saat terjadi longsor di perkirakan terdapat puluhan warga yang sedang berada di dalam lubang untuk mengambil material olahan emas.

Setelah terjadi longsor warga dan sesama penambang yang saat kejadian berada di luar lubang langsung menghubungi warga lainnya dan sebagianya lagi secara bergntian melakukan evakuasi dengan menggunakan alat seadanya.

Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Kisah Rusdi Tulong, Korban Longsor di Lubang Tambang Bakan Selama 21 Jam: Saya Terus Berzikir

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved