Pemilik Hotel di Bali Diminta Meliburkan Karyawan Saat Pencoblosan 17 April 2019 Mendatang

Ia mengharapkan kerja sama dengan pengusaha pariwisata agar para karyawannya bisa menggunakan hak pilihnya di hari itu.

Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Wagub Cok Ace saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Pemilu tahun 2019 bagi Industri Pariwisata di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (25/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pesta demokrasi berupa pemilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) serta pemilihan calon anggota legislatif berupa DPR, DPRD, dan DPD tinggal menghitung hari.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) harap segenap komponen masyarakat Bali bisa ikut berpartisipasi pada pesta demokrasi tanggal 17 April tersebut, tak terkecuali bagi masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata.

Oleh karena itu, ia mengharapkan kerja sama dengan pengusaha pariwisata agar para karyawannya bisa menggunakan hak pilihnya di hari itu.

“Saya menyadari aturan kerja di pariwisata cukup ketat karena menyangkut sistem pelayanan kepada para tamu. Jadi saya harap pemilik hotel bisa meliburkan karyawan yang jauh untuk pulang dan nyoblos,” kata Wagub Cok Ace.

“Sementara karyawan yang rumahnya dekat bisa diatur dengan pergantian shift yang lebih fleksibel, agar masing-masing bisa nyoblos sebelum pukul 13.00,” imbuhnya Cok Ace lagi.

Hal itu disampaikan Wagub Cok Ace saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Pemilu tahun 2019 bagi Industri Pariwisata di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (25/3/2019).

Bagaimanapun, menurutnya, setiap suara sangat bermanfaat untuk arah kebijakan pemerintah ke depan dan tentu saja berguna bagi Bali.

“Bali sebagai etalase pariwisata Indonesia di dunia internasional juga membutuhkan kebijakan yang mendukung kepentingan Bali ke depannya. Jadi mari kita berpartisipasi dalam pemilu kali ini, pilih calon kita untuk kepentingan tanah kelahiran kita,” tandas Cok Ace.

Ia mengatakan jumlah penduduk yang bekerja di sektor pariwisata di Bali cukup besar yakni sekitar 750 ribu warga atau sepertiga dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Bali yang mencapai 3,1 juta pemilih.

“Jadi jangan sampai aturan kerja yang ketat di industri ini menjadikan angka golput di Bali semakin tinggi,” harapnya.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved