Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Banyuwangi

Politeknik Banyuwangi Buka Jurusan Perkeretaapian Sambut Pabrik Kereta Api Terbesar di Indonesia

Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) bakal membuka program studi (prodi) D4 Perkeretaapian

Editor: Irma Budiarti
Surya/Haorrahman
Politeknik Banyuwangi membuka jurusan perkeretaapian. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) bakal membuka program studi (prodi) D4 Perkeretaapian.

Prodi baru ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) perkeretaapian seiring proses pendirian industri kereta api terbesar di Indonesia yang bakal dibangun di Banyuwangi.

Rektor Poliwangi Son Kuswadi mengatakan, dengan berdirinya industri kereta oleh BUMN PT INKA di Banyuwangi, tentunya membutuhkan SDM di bidang perkeretaapian.

Sebagai lembaga pendidikan negeri, Poliwangi diharapkan bisa menyuplai kebutuhan SDM tersebut.

Baca: 41 Ekor Komodo Diambil Dari Flores, Dijual Ke Luar Negeri 1 Ekor Rp 500 Juta

Baca: 257 Atlet Panahan Ikut Wali Kota Cup X Tahun 2019, Peserta Datang dari Berbagai Daerah

“Kami telah bertemu Menteri Ristek Dikti Prof M. Natsir dan juga PT INKA. Pak Menteri berharap Poliwangi bisa menjadi kampus yang menghasilkan tenaga ahli perkeretaapian bagi PT INKA. Jadi, kami diberi penugasan oleh Menristek,” kata Son.

Son melanjutkan, saat ini penyusunan langkah teknis pembukaan prodi tersebut sedang disusun di kementerian.

“Kalau sudah turun dalam waktu dekat, berarti prodi bisa langsung dibuka. Paling lama tahun depan,” kata Son.

Saat ini Poliwangi telah memiliki jurusan yang menunjang prodi perkeretaapian tersebut seperti jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Teknologi Informasi (TI).

Baca: Tim Puslitbang Mabes Polri Survei Tingkat Kepuasan Masyarakat di Wilayah Hukum Polres Badung

Baca: Pengawas Bawa HP dan Siswa Ngobrol Saat Ujian, Ombudsman Temukan Pelanggaran UNBK di 5 SMK

Selain itu, Poliwangi sudah mendapatkan dukungan pendanaan dari APBN.

“Jadi dari sisi SDM, yaitu para ahli permesinan sampai TI, Poliwangi sudah siap membuka prodi perkeretaapian,” tegas Son.

Poliwangi juga telah meneken kerja sama dengan PT INKA pada pekan lalu untuk mengatur penyusunan kurikulum dan pemenuhan kebutuhan pengajar dari INKA.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap dengan dibukanya prodi perkeretaapian tersebut, kebutuhan SDM untuk industri kereta api bisa dipenuhi dengan baik.

Baca: Timbunan Sampah Matikan Pohon Bakau, Hotel & Restauran Penyumbang Terbesar

Baca: Segerombolan Anjing Liar Resahkan Dusun Sente, Mangsa Babi hingga Sapi Milik Warga

“Kami berharap dari Banyuwangi bakal lahir engineer-engineer andal yang akan meningkatkan daya saing industri kereta api nasional. Apalagi industri kereta api di Banyuwangi ini difokuskan untuk pasar ekspor, jadi akan ikut membawa nama Indonesia ke dunia internasional,” ujarnya.

“Terima kasih kepada Menteri Ristek Dikti Prof Natsir dan Menteri BUMN Bu Rini Soemarno yang memungkinkan adanya pengembangan program studi baru ini,” imbuh Anas.

PT INKA sendiri saat ini tengah membangun Industri kereta api terintegrasi dan terbesar di Indonesia dengan nilai investasi Rp1,6 triliun.

INKA menggandeng Stadler Rail Group dari Swiss, salah satu produsen kereta terbesar dunia, yang akan membawa teknologi terbaru kereta api ke Banyuwangi.

INKA bakal merekrut 2000 pekerja lokal di pabrik baru ini.

Produk kereta dari Banyuwangi tersebut difokuskan untuk pasar ekspor ke Asia, Australia, dan Afrika. (haorrahman)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved