Jenazah Guru Honorer yang Jadi Korban Mutilasi di Blitar Dikuburkan dalam Keadaan Tanpa Kepala
Peristiwa penemuan mayat di dalam koper dalam kondisi tanpa kepala gegerkan warga Blitar, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019).
Jenazah Budi Hartanto sendiri dikenali melalui sidik jari yang ditemukan dari potongan tubuhnya di koper.
"Jenazahnya dikenali dari sidik jarinya," jelas Nasuka, paman korban.

Budi Hartanto sendiri merupakan seorang guru honorer di SDN Banjarmlati 3, Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Budi dikenal sebagai pribadi yang ulet.
Terbukti, selain mengajar atau mengabdi, ia juga memiliki usaha warung kopi yang berada di kawasan GOR Jayabaya, Kota Kediri.
Bahkan, Budi juga memiliki usaha sampingan berupa jual beli ponsel atau HP dan juga pulsa.
Mengenai penemuan jenazah di Blitar, keluarga sendiri mengaku tak tahu-menahu, mengingat Budi tak memiliki saudara atau teman yang tinggal di wilayah Blitar dan sekitarnya.
Sebelum ditemukan tewas, terungkap komunikasi terakhir korban dengan seorang rekannya melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (2/4).
"Itu kontak terakhir korban dengan rekannya yang juga guru," jelas Nasuka, paman korban, dikutip TribunStyle.com dari SuryaMalang.com, Kamis (4/4).
Namun, tidak ada yang janggal dengan isi chat terakhir korban.
Isi chat tersebut hanya berisi gurauan korban dengan temannya.
Setelah chat terakhir itu, HP korban sudah mulai tak bisa dihubungi sampai sekarang.
Melansir dari Tribun Jatim, sebelum ditemukan tewas, Budi meninggalkan rumah selepas Maghrib (3/4/2019).
Budi awalnya izin untuk pergi ke warung kopi miliknya di kawasan GOR Jayabaya naik sepeda motor pribadinya.
"Korban keluar naik sepeda motor, sampai sekarang sepeda motornya masih belum ditemukan," ujar Nasuka. (*)
Artikel ini telah tayang di Grid.id dengan judul Mayat Guru Honorer Korban Mutilasi Dikubur Dalam Keadaan Tanpa Kepala