Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pasar Kidul Bocor dan Penanganan Limbahnya Tak Optimal, Ini yang Dilakukan Ketua DPRD Bangli

Di Pasar Kidul Bangli, masih ditemukan kebocoran pada bagian selasar bangunan sebelah barat.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Kander Turnip
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ketua DPRD Bangli, Ngakan Made Kuta Parwatha melakukan sidak di Pasar Kidul Bangli, Bali, Senin (15/4/2019). 

Pasar Kidul Bocor dan Penanganan Limbahnya Tak Optimal, Ini yang Dilakukan Ketua DPRD Bangli

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Ketua DPRD Bangli, Ngakan Made Kuta Parwatha melakukan sidak di Pasar Kidul Bangli, Bali, Senin (15/4/2019).

Sidak ini merupakan tindak lanjut untuk menyikapi sejumlah keluhan dari pedagang pasar, terhadap belum optimalnya pengelolaan pasar.

Ngakan Kuta saat ditemui usai sidak mengungkapkan, salah satu bentuk belum optimalnya pengelolaan di Pasar Kidul Bangli, masih ditemukan kebocoran pada bagian selasar bangunan sebelah barat.

Menurut Ngakan Kuta, kondisi ini terjadi lantaran pembangunan Pasar Kidul masih mempertahankan bangunan lama.

Di satu sisi ia juga menyorot terkait limbah pasar yang belum terkelola dengan baik.

Mengatasi persoalan tersebut, Ngakan Kuta mengatakan, akan berbicara dengan pihak konsultan perencanaan untuk mencari solusi agar kebocoran di selasar bagian barat pasar, mampu diselesaikan.

Sedangkan untuk kondisi Pasar Kayuambua yang sudah mulai berjalan, diakui sudah cukup baik, sehingga diharapkan nanti bisa ditingkatkan kembali.

“Disamping itu, akses pembuangan limbah pasar juga belum sinkron. Sehingga juga perlu dicari solusinya untuk pembangunan IPAL, atau bisa disalurkan melalui saluran drainase kota yang ada. Hal ini juga perlu dipikirkan untuk Pasar Kintamani, yang tahun ini baru mulai pembangunan,” ujarnya.

Ngakan Kuta mengatakan, sidak yang dilakukannya kali ini juga untuk memastikan hingga jelang akhir masa jabatannya, sejumlah masalah pasar harus sudah tuntas.

Terlebih, pasar merupakan satu-satunya penunjang pendapatan asli daerah, dengan tiga pasar yang mendominasi.

Yakni Pasar Kidul, Bangli; Pasar Kayuambua, Susut; serta Pasar Singamandawa, Kintamani.

Sedangkan untuk Pasar Yangapi yang hingga kini belum bisa beroperasi secara maksimal, pihaknya memandang perlu diupayakan agar ke depan bisa menjadi lebih baik.

Selain sidak di Pasar Kidul, Ngakan Kutha Parwata juga menyempatkan untuk meninjau langsung kondisi pasar eks Rutan Bangli, yang saat ini ditempati pedagang kain dan rencananya akan dipindah ke Pasar Loka Crana.

Menurut Ngakan Kuta, pasca pemindahan pedagang akan lebih tepat bilamana dimanfaatkan pedagang senggol. Walau demikian, masih terkendala status asetnya.

“Hasil koordinasi kami dengan Dinas Koperasi, aset bangunan ini masih dimiliki Kementerian Koperasi, dan masih dalam proses penghibahan. Ini yang perlu ditekankan, agar dinas lebih proaktif untuk melakukan koordinasi dengan pusat, lapor ke bupati agar dijembatani terkait kelanjutannya, sehingga bisa segera tuntas persoalan aset ini,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved