Sudikerta Nyoblos Pakai Baju Tahanan di Rutan Polda Bali, Saat Ditanya Wartawan Begini Responnya 

Sudikerta yang menjadi tersangka dugaan kasus penipuan, penggelapan, dan TPPU ini menggunakan hak pilihnya di Rumah Tahanan Polda Bali.

Sudikerta Nyoblos Pakai Baju Tahanan di Rutan Polda Bali, Saat Ditanya Wartawan Begini Responnya 
Tribun Bali/Firizqi Irwan
NYOBLOS - Mantan Wagub Bali, I Ketut Sudikerta, saat melakukan pencoblosan di Rutan Polda Bali di Denpasar, Rabu (17/4/2019). 

Meski berstatus tersangka, nama dan foto Sudikerta masih terpampang di surat suara.

Sayangnya usai melakukan pencoblosan, Sudikerta tampak bergeming dan enggan menjawab sapaan wartawan.

Setelah petugas mencelupkan tangganya ke tinta hitam, mantan Ketua DPD 1 Partai Golkar ini kemudian masuk kembali ke dalam rutan.

Arsa menambahkan, dari 16 tahanan semuaya melakukan proses pindah memilih dengan menggunakan A5.

Hal ini karena mereka berasal atau beralamat dan terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Jadi satu orang dari Kota Denpasar, kemudian antar kabupaten dan kota di Provinsi Bali sebanyak 9 orang dan antar provinsi 6 orang. Jadi secara keseluruhan sebanyak 16 orang yang kita layani di Rutan Polda Bali."

"Di luar 16 (tahanan) itu tidak bisa kami lakukan proses karena ada yang masuk sebagai tahanan itu setelah periode berakhirnya pengurusan A-5 dan ada juga data yang tidak lengkap yang tidak bisa kami telusuri," ujarnya.

Salah satu tahanan Polda Bali yang gagal menjadi peserta Pemilu Serentak 2019 adalah Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bali yang tersangkut kasus penipuan ini tidak mengantongi surat pemindahan atau formulir A5 dari KPU Kota Denpasar.

Alit juga merupakan Caleg DPR RI Dapil Bali dari Partai Gerindra.

Halaman
1234
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved