Breaking News:

Makna Jumat Agung Bagi Umat Katolik

Bagi umat Katolik, Jumat Agung merupakan peristiwa mengenang kesengsaraan dan wafatnya Yesus Kristus guna menyelamatkan umat manusia

Panitia Paskah Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar
Peribadatan Jumat Agung di Gereja Katedral Denpasar, Jumat (19/4/2019). 

Laporan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bagi umat Katolik, Jumat Agung merupakan peristiwa mengenang kesengsaraan dan wafatnya Yesus Kristus guna menyelamatkan umat manusia.

Pastor Rony Alfridus Bere Lelo menjelaskan, nilai-nilai yang dapat dipetik melalui perayaan Jumat Agung adalah Yesus wafat disalib menebus dosa manusia, menyelamatkan manusia, supaya manusia tidak mengalami kematian yang kekal.

Baca: Dewan Tegaskan Pembangunan Danau Buatan Harus Tahun 2019, Persoalan Meluapnya Air Danau Batur

Baca: Tak Ingin Mengantuk saat Membaca Buku? Hindari dengan 5 Cara Ini

"Ketika Yesus disalibkan di kayu salib, kita juga ikut menyalibkan segala dosa kita, kesombongan, keangkuhan, egoisme, iri dengki, dendam, cemburu dan juga segala sifat dan perilaku negatif yang ada pada diri kita. Kemudian ketika Yesus bangkit, kita juga ikut bangkit dengan semangat baru, gaya hidup yang baru, dan terutama dengan iman dan harapan yang baru. Yang sudah diperbaharui dengan kebangkitan Yesus," ujar Romo Rony.

Pada ibadat Jumat Agung ini, Romo Rony juga menekankan nilai, melalui pengorbanan Yesus, kematian Yesus di kayu salib, menumbuhkan iman yang tangguh bagi umat Katolik di Gereja Katedral Denpasar, dan umat Katolik se-Keuskupan Denpasar pada umumnya.

Baca: Jangan Menjabat Tangan Lama-Lama karena DNA Bisa Berpindah dengan Cara Ini

Baca: Umat Katolik Khusyuk Jalankan Ibadat Jumat Agung di Gereja Katedral Denpasar

"Jumat Agung tahun 2019 ini khusus di Keuskupan Denpasar disebut tahun formasi iman. Kepada setiap umat, dididik imannya agar bertumbuh dan berkembang menjadi tangguh. Ketika memiliki iman yang tangguh, maka akan mampu dan berani bersaksi di tengah masyarakat. Jadi diharapkan lewat Jumat Agung kali ini iman umat Katolik semakin bertumbuh dan berkembang," kata Romo Rony.

"Jumat Agung kali ini, yang juga berdekatan dengan pesta demokrasi. Lewat pengorbanan Yesus di kayu salib, kita juga harus mengorbankan, mematikan rasa egoisme kita, dan menunjukkan rasa cinta kita kepada tanah air dan kepada gereja. Dengan demikian 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia dapat diwujudkan. Dan berani tampil menunjukkan identitas sebagai orang katolik," tambah Romo Rony.

(*)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved