Ratusan Atlet Denpasar Jalani Tes Fisik di GOR Ngurah Rai

Sekitar 800 atlet Denpasar dari berbagai cabor yang akan bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2019 mengikuti tes fisik

Ratusan Atlet Denpasar Jalani Tes Fisik di GOR Ngurah Rai
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Para atlet Denpasar sedang menjalani tes fisik di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (20/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekitar 800 atlet Denpasar dari berbagai cabang olahraga (cabor) yang akan bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2019 mengikuti tes fisik di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (20/4/2019).

KONI Denpasar bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melakukan atau mengadakan tes fisik ini.

Ketua Kontingen Denpasar untuk Porprov Bali 2019 sekaligus Wakil Ketua Umum KONI Denpasar, Nyoman Mardika menjelaskan bahwa tes fisik ini merupakan tes fisik pertama yang dilakukan menjelang Porprov Bali 2019.

Ia juga mengatakan bahwa tes fisik ini sangat penting bagi para atlet di Kota Denpasar untuk mengetahui sejauh mana kebugaran ataupun kondisi fisik mereka.

“Ini tes fisik pertama yang kita lakukan kepada atlet Kota Denpasar, tentunya tes ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana kebugaran atlet dan persiapan mereka menjelang Porprov Bali 2019. Kita kan selama ini memberikan kewenangan kepada masing-masing cabang olahraga di Kota Denpasar untuk menjaga kondisi atlet, ketika mereka sudah menjaga dengan baik, dengan bagus, kita tes sekarang, kita uji coba,” ucapnya.

Baca: Agar Anak Memiliki Karakter yang Baik, 10 Hal Ini Harus Diajarkan Sejak Dini

Baca: Pengalaman 2018 Lalu UNBK Molor hingga 3 Jam, Kini SMPN 3 Denpasar Siapkan 140 Komputer

Ia berharap setelah tes fisik ini para atlet Denpasar dapat mempersiapakn dirinya lebih matang lagi menghadapi Porprov Bali 2019.

“Kita berharap dengan tes yang dilakukan sekarang ini kondisi dan persiapan atlet semakin baik, kalau kondisi sekarang kurang baik dan kurang bagus kita harapkan ada perbaikan sehingga tes tahap dua sudah bagus dan itu tujuan dari tes fisik ini,” katanya.

Ketua Ganesha Sport Center (GSC) Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, I Ketut Iwan Swadesi berujar bahwa tes fisik yang dijalani atau dilakukan para atlet Denpasar saat ini merupakan hal yang bermanfaat dan bagus.

“Tes kondisi fisik ini bermanfaat sekali untuk KONI dan Pengcab terutama atlet untuk membuatkan program pelatihan di awal. Ini sangat bagus sehingga atlet memiliki data awal untuk bagaimana pelatih membuatkan suatu program pelatihan jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. Sehingga setelah data awal kita ketahui dia mulai start melakukan program latihan sejauh mana, nanti bisa kami lihat dihasil tes pertama ini, setelah itu dia akan membuat program pelatihan. Setelah program pelatihan dia akan tes lagi yang kedua untuk mengetahui progres perkembangan selama latihan, tes kedua akan menentukan bagaimana kondisi fisik untuk siap berlaga ataupun bertanding, strategi apa yang digunakan tergantung kondisi fisik pada tes yang kedua,“ paparnya.

Baca: Belum Ada Hasil Resmi KPU, PDIP Gianyar Umumkan Raih 26 kursi di DPRD Gianyar

Baca: Rekaman CCTV di ATM Center Diperiksa untuk Keperluan Investigasi Kebakaran Bandara Ngurah Rai

Ia juga mengatakan bahwa ada 18 jenis tes yang ada di tes fisik hari ini dan para atlet pun menerima tes sesuai dengan cabang olahraga mereka masing-masing.

“Kalau di jumlah total semuanya ada 18 tes, tetapi kita melihat dari kebutuhan masing-masing cabang olahraga (cabor). Setiap cabang olahraga memiliki spesifikasi kondisi fisik yang diperlukan sehingga disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing, contohnya catur dengan sepak bola akan cukup berbeda tesnya, kalau catur dia membutuhkan kondisi fisik seperti daya tahannya kita ukur dengan jalan cepat, sedangkan kalau sepak bola daya tahannya diukur dengan multi fitness test (MFT) namanya, itu lari bolak balik selama 20 menit sampai mereka tidak mampu, kalau jalan selama 12 menit, berapa jarak yang dia bisa tempuh itulah tingkat kebugarannya, karena karakteristik catur sama sepak bola kan beda,” ucapnya.

Tes fisik ini pun dilakukan hingga Minggu (21/4/2019) esok di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Tes fisik tahap kedua rencananya akan dilakukan pada Juli atau Agustus 2019.

(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved