Pameran Art for Orangutan Pertama Digelar di Bali, Rio Dewanto Beli Karya Instalasi dari Bambu
Setelah saya lihat karya ini, saya ingin adopsi, wah ternyata diizinkan untuk membeli. Bagus sekali
Penulis: Uploader bali | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani
TRIBUN-BALI.COM- GIANYAR - Acara Art For Orangutan Bali (AFO) untuk pertama kalinya digelar di Kulidan & Kichen Space, Banjar Wangbung, Jl. Salya, Guwang, Sukawati, Kab. Gianyar Bali, Minggu (21/4/2019).
Sebelumnya acara ini selalu dilaksanakan di Yogyakarta.
Acara ini dibuka langsung oleh Gede Robi (Navicula), dan dihadiri oleh aktor Rio Dewanto serta beberapa seniman Bali.
"Acara ini adalah yang pertama di Bali, sebelumnya selalu dilaksanakan di Jogja," ujar Ramadhani selaku Staf Komunikasi COP.
Art For Orangutan Bali merupakan program kolaborasi antara Center for Orangutan Protection (COP) dan Komunitas Seni Gigi Nyala (GILA).
Acara ini ada atas dasar merespons kondisi terkini orangutan yang kondisinya tidak baik.
Baca: Seniman Gila Aboetd Gelar Pameran Lukisan di TPS 08-12 Banjar Batanancak Desa Mas
Baca: Marak Terjadi Pembongkaran, BPJ Bali Gelar Pameran Dokumentasi Situs di Denpasar Art Space
Banyak ada kejadian yang merugikan orangutan seperti perburuan liar, serta pembabatan habitat orangutan itu sendiri.
Dengan acara ini diharapkan masyarakat dapat mengerti akan kondisi orangutan, serta ikut menjaga kelangsungan hidupnya.
Di dalam acara ini juga ada diskusi novel fiksi "Satyabhumi" yang ditulis oleh Alfa Gasanu.
Novelnya menceritakan tentang 12 Negeri yang mana orangutan menjadi penghuni di salah satu negeri tersebut.
Acara ini memberikan ruang bagi para seniman, terhitung ada 29 seniman dan 29 karya, 4 di antaranya adalah seniman asal Bali.
Salah satunya adalah I Wayan Sudarma Putra yang berasal dari Padang Tegal Ubud.
"Saya mendapat tawaran oleh pihak Kulidan di acara ini, setelah itu saya konfirmasi kepada Mas Dani. untuk menyanggupi keikutsertaan saya," ujar I Wayan Sudarma Putra.
Baca: WNA Rusia Pelaku Penyelundupan Anak Orangutan Akui Hendak Menjual Kembali di Negaranya
Baca: Soroti Penyeludupan Orangutan di Bandara Ngurah Rai ke Rusia, Roby Navicula: Ini Ikon Indonesia
"Sebenarnya acara ini rencananya outdor supaya bisa bikin yang besar, namun karna keterbatasan waktu akhirnya cukup di ruangan saja," Tambah I Wayan Sudarma Putra kepada Tribun Bali.
I Wayan Sudarma Putra menampilkan karya yang berbeda dari yang lain, karena umumnya pameran ini adalah pameran lukisan.
Anyaman bambu berbentuk kepala orangutan menjadi karya andalannya.
"Saya membuat itu selama satu minggu, bahan dasarnya bambu dan saya membuatnya dengan pisau dan parang, kesulitannya itu saat membuat anatominya, jadi bentuk mata bentuk hidung harus benar-benar menyerupai orangutan, cerita pria yang akrab dipanggil Nano ini.
Merasa tertarik dengan karya Nano, akhirnya Rio Dewanto yang datang ke acara itu memutuskan untuk membeli karya seni anyam bambu itu.
Baca: Ada Usaha Mengembalikan Orangutan dan Hewan yang Dirawat Manusia ke Alam Liar, Apa hasilnya?
"Setelah saya lihat karya ini, saya ingin adopsi, wah ternyata diizinkan untuk membeli. Bagus sekali," ujar pemeran Filosifi Kopi itu.
"Kebetulan di kantor sudah banyak lukisan dan saya belum punya karya instalasi seperti itu, ya semoga lain waktu saya bisa membeli karya temen-temen yang lain," ujarnya lagi.
Art For Orangutan Bali rencananya akan berlangsung selama 4 hari. Art For Orangutan Bali berlangsung tanggal 21, 23, 25, dan 28 April sebagai acara akhir yang akan di gelar di Rumah Sanur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gede-robi-navicula-sedang-membuka-acara-pameran-art-for-orangutan-bali-afo.jpg)