BBPOM Denpasar Temukan 567 Kemasan Makanan Bermasalah

Pengawasan terhadap 24 sarana yang ada di Badung, Denpasar dan Tabanan. Hasilnya 67 persennya tidak memenuhi ketentuan.

BBPOM Denpasar Temukan 567 Kemasan Makanan Bermasalah
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas BBPOM Denpasar melakukan sidak dan mengambil sampling makanan di Pasar Takjil Ramadan di kampung Jawa,Wanasari, Denpasar, Bali, Senin (6/5/2019). 

BBPOM Denpasar Temukan 567 Kemasan Makanan Bermasalah

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan pengawasan data Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar tahun 2019 meliputi, Badung, Denpasar dan Tabanan, total ditemukan 90 item (567 kemasan) makanan yang bermasalah.

Dari 90 item tersebut terdiri dari 20 item kemasan rusak (22%), 67 item yang kedaluwarsa (75%) dan TIE 3 item (3%).

Kepala Balai Besar POM Denpasar, Dra I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap 24 sarana yang ada di Badung, Denpasar dan Tabanan.

Kemudian, hasilnya 67 persennya tidak memenuhi ketentuan.

Ada yang produknya rusak, ada yang kadaluarsa dan ada yang tanpa izin edar.

Namun yang paling terbayak temuanya adalah 67 item yang kedaluwarsa (75%).

"Karena dalam temuan kita sebanyak 90 item, terdapat 60 item 75 persennya tidak memenuhi syarat karena kadaluarsa. Jenis-jenisnya banyak bisa ada yang kaleng, namun pada umumnya karena lalai," ujarnya saat ditemui usai melakukan pengecekan pangan di Kampung Jawa, Denpasar, Bali, Senin (6/5/2019)

"Kita imbau ke masyarakat untuk cek dan cerdas memilih sebelum membeli, atau sebelum konsumsi. Melalui cek kemasan, cek label, cek edar dan cek kedaluwarsa. Berarti mereka tidak mengecek secara rutin produk-produk sehingga ada yang terselip yang kedaluwarsa. Tapi yang kedaluwarsa hanya beberapa bulan sebelumnya tidak ada sampai yang bertahun-tahun," katanya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved