Gubernur Isyaratkan Tutup Taksi Online di Bali Dengan 3 Pilihan Penawaran

Para driver konvensional menuntut taksi online ditutup, dan Gubernur Bali pun memberi isyarat akan menutup taksi online di Pulau Dewata.

Gubernur Isyaratkan Tutup Taksi Online di Bali Dengan 3 Pilihan Penawaran
IST
Ilustrasi 

Karena ojek online (roda dua) dianggap bukanlah  transportasi untuk pariwisata tetapi transportasi publik.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah perwakilan kelompok driver konvensional.

Di antaranya Bali Transport Bersatu (BTB), Paguyuban Semeton Bali Driver (SBD), Paguyuban UBD, Paguyuban GGF, Paguyuban Bali Semara Tour, Paguyuban BDT dan sebagainya.

Rencana selanjutnya Pemprov Bali akan melanjutkan pembahasan secara intens dengan perwakilan paguyuban driver konvensional tersebut terkait keinginan mereka pasca penutupan taksi online.

Tawaran Aplikasi Online

Di sisi lain, Perusda Bali juga memberikan tawaran dengan membuatkan aplikasi online khusus untuk para driver Bali.

Hal ini agar driver Bali bisa mengikuti perkembangan teknologi, tidak bergerak ke belakang tapi kedepan, sehingga harus ada sistem persaingan bisnis yang mengarah ke digital economy.

“Jadi kita harus mengadopsi (sistem online) itu, cuman yang bisa diatur adalah siapa yang mempunyai platform itu, sedangkan teknologinya tidak bisa dibendung,” ucapnya.

Menurutnya platform yang paling ideal kalau diarahkan ke ekonomi gotong royong, sesuai falsafah Pancasila, adalah semua yang menyangkut hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara.

Karena itu, kata dia, idenya adalah platform teknologi online dikuasai oleh pemerintah daerah (pemda), atau pemda memberi kewenangan pada perusda, atau bisa juga diserahkan ke koperasi taksi konvensional masing-masing dalam pengelolaannya.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved