Banyu Pinaruh, Umat Hindu Padati Pantai Sanur untuk Membersihkan Diri

Usai memperingati Hari Saraswati, umat Hindu melakukan prosesi Banyu Pinaruh.

Banyu Pinaruh, Umat Hindu Padati Pantai Sanur untuk Membersihkan Diri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat hindu melaksanakan ritual banyu pinaruh di pantai Sanur, Minggu (12/5/2019). Banyu pinaruh merupaka upacara yandnya sehari setelah melaksanakan Saraswati yang bertujuan untuk pembersihan dan mensucikan diri. 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Usai memperingati Hari Saraswati, umat Hindu melakukan prosesi Banyu Pinaruh.

Prosesi ini bisa dilakukan di tempat-tempat sumber air atau laut. Pada Minggu (12/5/2019) banyak umat Hindu melakukan prosesi ini di Pantai Sanur.

Terlihat warga satu persatu mulai memadati Pantai Sanur dengan membawa anak-anak untuk mandi atau sekadar bermain air.

Salah satunya I Ketut Adyana (35), ia pergi ke Pantai Sanur bersama istri dan kedua anaknya untuk sekadar bermain air sekaligus melaksanakan prosesi Banyu Pinaruh.

"Tadi kita dari rumah di daerah Pemogan ke Pantai Sanur. Selain bermain ya kita juga melaksanakan prosesi Banyu Pinaruh," ujarnya.

Baca: Panglukatan Agung Banyu Pangeweruh, Pertama Kali Digelar Pinandita Sanggraha Nusantara Korda Badung

Baca: Usung Tema Panti Asuhan Fair, Bram Nurochim Ingin Ubah Stigma Masyarakat terhadap Panti Asuhan

Lanjutnya, ia menjelaskan "Banyu Pinaruh itu kita menerima air pengetahuan. Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran disucikan dengan kebenaran, jiwa disucikan dengan pelajaran suci dan tapa brata, kecerdasan dengan pengetahuan yang benar," jelasnya.

Sementara itu, banyak juga terlihat stan-stan jasa persewaan pelampung yang berjejer di dekat bibir pantai.

Di mana, banyaknya pengunjung untuk melakukan prosesi Banyu Pinaruh di Pantai Sanur ini, membuat rejeki tersendiri bagi para jasa penyewa pelampung.

I Wayan Karma (40) asli Sanur yang sudah melakoni sebagi jasa persewaan pelampung selama 3 tahun ini mengungkapkan, dengan banyaknya pengunjung melakukan Banyu Pinaruh ini memang membawa rejeki tersendiri.

Baca: Berikut Sederet Prestasi Sharon, Siswa Peraih Nilai UN IPA Tertinggi Se-Bali.

Baca: Momentum Bulan Ramadan Dapat Dimanfaatkan Untuk Berhenti Total Merokok, Ini Tipsnya

Membuka stan mulai pukul 13.00 Wita, ia sudah mendapat pelanggan lebih dari sepuluh.

"Kalo kesehariannya saya kerja di sawah. Karena sekarang banyak orang melakukan prosesi ini, otomatis meraka larinya ke pantai. Ya lumayan lah, tadi ada sekitar 10 orang yang menyewa. Semakin sore nanti tambah ramai pengunjung," ujarnya

Karma menjual pelampung dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu.

"Pelampung kecil Rp 10 ribu, sedangkan yang besar Rp 15 ribu," ujarnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved