Awas Mata-mata via Whatsapp Voice Call Ditemukan Pada Kalangan 'Khusus', Ini Saran BSSN Indonesia

Baru-baru ini terjadi kehebohan soal telepon whatsapp (WA) yang ternyata bisa dipakai untuk menyelipkan program mata-mata alias spyware.

Awas Mata-mata via Whatsapp Voice Call Ditemukan Pada Kalangan 'Khusus', Ini Saran BSSN Indonesia
HiTekno.com via Tribun Style
WhatsApp 

Pihak NSO Group telah merespon dengan mengatakan bahwa teknologi mata-mata buatannya dimaksudkan sebagai alat pihak pemerintah untuk memerangi terorisme dan kejahatan serta tengah menyelidiki apakah ada penyalahgunaan.

Praktisi keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksinkom mengatakan ancaman spyware Israel ini sebenarnya tak terlalu besar untuk para pengguna WhatsApp secara umum.

"Sasarannya lebih kepada orang yang high-profile," ujar Alfons ketika dihubungi oleh KompasTekno lewat pesan singkat, Kamis (16/5/2019).

Kasus-kasus infeksi spyware terkait lewat metode voice call WhatsApp sejauh ini memang ditemukan di kalangan tertentu, seperti aktivis, pengacara, hingga jurnalis.

Menurut Alfons, ancaman spyware terhadap pengguna ponsel selalu ada dan signifikan.

Dia mencontohkan jebakan banner pornografi di situs internet yang disisipi malware, juga broadcast tautan ke situs berbahayavia aplikasi pesan instan.

"Jadi pengguna smartphone mesti ekstra hati-hati mengunjungi sebuah situs atau tautan meski disebarkan oleh teman. Perangkat teman Anda bisa saja sudah terinfeksi dan otomatis melakukan broadcast," kata Alfons.

Daftar Hp yang Tak Bisa Gunakan WhatsApp (WA) Lagi

Setidaknya ada tiga ponsel (HP) dan aplikasi yang masuk daftar tidak bisa menggunakan WhatsApp (WA) lagi mulai akhir tahun ini dan awal tahun 2020.

Apabila dukungan WhatsApp terhadap sebuah sistem operasi telah dihentikan, mungkin aplikasi WhatsApp tak akan mogok begitu saja.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved