Taman di Puspem Badung Terus Ditata, Dihiasi Air Mancur Hingga Patung Banteng Seberat 5 Ton

Taman di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung terus ditata dan juga dipasangi patung banteng dengan berat 5 ton

Taman di Puspem Badung Terus Ditata, Dihiasi Air Mancur Hingga Patung Banteng Seberat 5 Ton
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ilustrasi - Kawasan Puspem Badung, Selasa (21/11/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Penataan taman di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung terus di-update.

Hal ini dilakukan untuk memperindah Puspem yang kerap pula menjadi tempat berolahraga bagi masyarakat.

Penataan taman ini tak tanggung-tanggung. Di depan kantor bupati, dibangun air mancur dengan anggaran Rp 1,4 miliar dan ring river dengan anggaran Rp 5,4 miliar lebih.

Begitu juga garden speaker  berjumlah 110 unit dengan anggaran Rp 1,8 miliar dan penataan taman pada lahan kosong di depan Rumah Jabatan Bupati Badung senilai mencapai Rp 1,5 milyar.

Pada taman itu juga telah dipasangi patung banteng dengan berat 5 ton.

Kepala Bagian Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) Setda Badung, I Wayan Puja membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, semua proyek tersebut tak selamanya dari Perwat. Namun ada juga pengerjaanya langsung dari Dinas PUPR.

Beberapa taman yang ditata dengan pohon-pohon baru di areal selatan taman Puspem Badung, Sabtu (18/5/2019)
Beberapa taman yang ditata dengan pohon-pohon baru di areal selatan taman Puspem Badung, Sabtu (18/5/2019) (Tribun Bali/Agus Aryanta)

“Kalau pengerjaanya tak semua dari kami. Yang jelas kami sekarang yang akan merawatnya,” tuturnya.

Selain perawatan taman yang sudah ada, pihaknya kini mengaku juga melakukan penataan taman pada pintu belakang Puspem.

Ia mengatakan penataan taman tersebut dilakukan dengan mengganti tanaman yang sebelumnya.

“Sebenarnya kita masih menggunakan pohon yang lama. Hanya saja pohon itu dipindah. Misalnya pohon di depan dibawa ke belakang begitu sebaliknya,” ujarnya Sabtu (18/5/2019).

Pihaknya mengaku saat ini sedang melakukan penataan taman pada jalan utama Puspem Badung. Pasalnya, kata dia, beberapa tanaman yang terdapat di areal tersebut sudah mati, sehingga terlihat gersang.

“Dari taman jepun kebarat kita tata kembali. Bahkan semua pohon kami ganti dengan yang baru, karena beberapa pohon yang lama juga sudah mati. Selain itu dalam penanamannya juga diberi pupuk sepanjang taman,”jelasnya.

Mantan Camat Kuta Selatan itu menambahkan, perbaikan taman terus dilakukan, hanya saja waktunya tidak menentu. Menurutnya jika taman sudah terlihat kering akan diberikan pupuk atau bisa diganti lagi dengan tanaman yang baru.

“Kalau pohonnya masih hidup kita tanam di tempat lain. Kita kan merawatnya juga jadi tidak selalu diganti dengan tanaman yang baru,” pungkasnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved