BREAKING NEWS: Bupati Suwirta Mundur dari Gerindra, Gerindra Nilai Suwirta Tak Hargai Partai

BREAKING NEWS: Suwirta Mundur dari Gerindra, Gerindra Nilai Suwirta Tak Hargai Partai

BREAKING NEWS: Bupati Suwirta Mundur dari Gerindra, Gerindra Nilai Suwirta Tak Hargai Partai
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Ketika ditanya lebih jauh prihak perbincangan tersebut, Juliarta enggan mengungkapkannya lebih jauh.

Menurutnya perbincangan di grup Partai Gerindra Bali itu merupakan urusan internal partai, dan tidak layak dipublikasikan.

"Bagi yang merasa menyebarkan, harusnya malu. Pastinya yang menyebarkan itu, adalah kader yang ada digrup WA Partai Gerindra Bali. Motifnya saya yakin sengaja membenturkan bupati dan Gerindra, agar bupati pindah partai," jelas politisi muda asal Desa Gunaksa ini.

Klaim Prabowo yang Biayai Suwirta

Menurutnya, sejelek-jeleknya Gerindra atau Prabowo, merekalah yang paling berjasa atas nama besar Suwirta seperti sekarang.

"Sudah jelas Gerindra yang mengusung dan Prabowo yang membiayainya," ungkap Juliarta.

Sementara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta masih belum bisa dihubungi terkait polemik ini.

Ia masih berada di Malaysia untuk cek kesehatan, dan rencananya baru kembali ke Klungkung, Kamis (23/5/2019).

Diberitakan sebelumnya, beredar tangkapan layar percakapan di grup WA Partai Gerindra Bali, yang isinya memojokan Bupati asal Nusa Ceningan tersebut.

Dalam tangkapan layar tersebut, diposting foto Bupati I Nyoman Suwirta yang merupakan Kader partai Gerindra, berfoto bersama dengan Predsiden Jokowi, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan Putu Eka Wiryastuti, Bupati Karangasem Gusti Mas Sumatri, dan Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra di istana negara, Senin (22/4/2019) lalu.

Kehadiran Suwirta tersebut, atas undangan Presiden Jokowi untuk membicarakan permasalahan pembangunan infrastruktur di Bali, termasuk Klungkung.

Pertemuan tersebut, juga sebagai ucapan terimakasih Presiden Jokowi, karena pasangan Jokowi dan Maaruf Amin bisa menang telak di Bali, termasuk di Klungkung yang selama ini dikenal basis Gerindra di Bali.

Kehadiran Suwirta dalam undangan tersebut ternyata mendapatkan tanggapan negatif dari kader Partai Gerindra di tingkat DPD dan DPC.

Dalam tangkapan layar percakapan grup Partai Gerindra Bali yang beredar luas tersebut, Suwirta disebut sebagai penghianat oleh salah seorang kader DPC Partai Gerindra Klungkung.

Selain itu, Suwirta juga disebut sebagai kader yang tidak memiliki ahlak.

Ada pula yang menyebut Suwirta sebagai pemimpin miskin moral, yang mengutamakan kekuasaan daripada persahabatan oleh seseorang tokoh di DPD Partai Gerindra Bali.

Termasuk disebut Liep liep lipi gadang (diam-diam seperti ular hijau) oleh salah seorang petinggi di DPC Partai Gerinda Klungkung.

Ujungnya, Suwirta yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, justru dikeluarkan dari grup WA DPC Partai Gerindra Klungkung. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved