Mudik Lebaran 2019

Ini Gejala Awal Anda Sedang Menjadi Target Hipnotis

Cobalah untuk menyibukkan pikiran, berdoa, atau jika mampu berusaha untuk mendekati aparat demi mencegah aksi kejahatan.

Ini Gejala Awal Anda Sedang Menjadi Target Hipnotis
tangkap layar tribunnews
Ilustrasi hipnotis: Ada beberapa gejala awal saat Anda menjadi target pelaku kejahatan hipnotis. Biasanya gejala awal yang dirasakan adalah tubuh yang tiba-tiba mengalami sensasi mengantuk berat. 

Ini Gejala Awal Anda Sedang Menjadi Target Hipnotis

TRIBUN-BALI.COM - Ada beberapa gejala awal saat Anda menjadi target pelaku kejahatan hipnotis.

Biasanya gejala awal yang dirasakan adalah tubuh yang tiba-tiba mengalami sensasi mengantuk berat.

Ada juga serangan tiba-tiba kepala Anda merasakan pusing.

Kemudian, saat terasa ada tepukan dan mendengar suara, Anda merasa dada lebih sesak untuk bernapas, hingga munculnya sensasi mual.

Bisa jadi hal ini adalah tanda bahwa ada seseorang yang berusaha untuk melakukan aksi hipnotis pada kita.

Baca: Kejahatan Hipnotis Mengintai Pemudik, Begini Biasanya Tingkah Pelaku Sebelum Beraksi

Baca: Bali Tak Pernah Absen di Tingkat Nasional Family Art Competitions, Hadiahnya Jalan-jalan ke Hongkong

Baca: Takut Dites Urine, Sopir Bus dan Polisi Terlibat Kucing-kucingan di Terminal Mengwi

Baca: Live Streaming Liga 1 2019, Semen Padang Vs Persib Bandung, Ini Kekuatan Kedua Tim

Baca: VIDEO! SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Semen Padang Vs Persib Bandung

ilsutrasiu bahaya hipnotis yang bisa saja dialami pemudik.
ilsutrasiu bahaya hipnotis yang bisa saja dialami pemudik. (tangkap layar tribunnews)

Cobalah untuk menyibukkan pikiran, berdoa, atau jika mampu berusaha untuk mendekati aparat demi mencegah aksi kejahatan.

Kemudian, dipastikan Anda merasa diperhatikan berlebih.

Maka, cara awal yang dilakukan adalah mendekati kerumunan atau segera berpindah ke tempat lain.

Jika perlu, kita bisa mendekati aparat keamanan terdekat demi meminta pertolongan.

Cukup sering kasus kejahatan dengan hipnotis menggunakan teknik berkelompok namun setiap anggotanya terlihat tidak saling mengenal. (*)

Penulis: Rizki Laelani
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved