Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ida Pedanda Gede Made Tembau Tetap Lafalkan Mantra Saat Dirawat di ICU

Alarhum Ida Pedanda yang ketika walaka bernama Ida Bagus Gede Diksa ini, sempat berpesan agar anak dan cucu beliau tetap menekuni ajaran agama,

Tayang:
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang kerabat almarhum, ketika menujukkan foto Ida Pedanda Gede Made Putra Tembau, di Gria Kulon, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung, Rabu (29/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Suasana duka masih terasa di rumah almarhum Ida Pedanda Gede Made Tembau. Sulinggih karismatik itu sudah terbaring dengan tenang di bangunan gedong.

Waktu menunjukkan pukul 10.00 Wita ketika Tribun Bali mengunjungi rumah duka almarhum Ida Pedanda Gede Made Tembau (74) di Griya Kulon, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung, Rabu (29/5/2019).

Griya itu sudah ramai dikunjungi warga.

Mulai dari kerabat, hingga warga sekitar berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sulinggih yang dikenal sebagai pelantun puja tri sandya di TV dan radio tersebut.

Jenazah tiba di rumah duka, Selasa (28/5/2019) malam sekitar pukul 00.00 Wita, dan langsung disemayamkan di bangunan gedong.

 Rasa kehilangan sangat dirasakan oleh keluarga besar almahum, khususnya sang istri, Ida Pedanda Istri Oka.

Wanita berusia senja tersebut, hanya bersimpuh di pojok timur bangunan gedong.

Air matanya sesekali menetes, setiap ada tamu yang datang dan mengucapkan belasungkawa kepadanya.

Sesekali, ia memandangi foto bersama sang suami yang terpajang tepat di sebelahnya bersimpuh.

Putra bungsu almahum Ida Bagus Wibawa Adnyana, dengan santun menyapa setiap krama yang datang untuk menyampaikan belasungkawa.

Ia menceritakan, Ida Pedanda meninggal dunia setelah didiagnosa mengalami kanker kemih stadium IV.

Sebenarnya gejala itu sudah mulai muncul sejak 2018, bermula dari kencing berdarah.

Hingga sempat keluar masuk rumah sakit, hingga rawat jalan dan terakhir mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Balimed, Denpasar, Selasa (28/5/2019) sekitar puku 19.00 Wita.

"Kondisinya sebenarnya sudah sempat membaik, dan boleh dipindah dari ICU ke Bangsal. Sudah bisa mengobrol setiap cucu-cucunya datang. Tapi Senin (27/5/2019) malam sekitar pukul 20.00 Wita, kondisi beliau kembali drop sehingga lagi dirawat di ruang ICU. Selama dirawat di ruang ICU, selayaknya sulinggih, beliau masih sempat melafalkan mantra. Mungkin beliau sudah mengikhlaskan jalan ini," ungkap Ida Bagus Wibawa Adnyana.

Ida Bagus Wibawa lalu teringat dengan beberapa pesan beliau, yang belum sempat dilaksanakan oleh anak dan cucu-cucunya.

Alarhum Ida Pedanda yang ketika walaka bernama Ida Bagus Gede Diksa ini, sempat berpesan agar anak dan cucu beliau tetap menekuni ajaran agama, termasuk menekuni karya sasta serta kekawin dan kidung.

"Niki beliau baru selesai menyiapkan tempat, untuk kami belajar kekawin, belajar mekidung, menekuni ajaran agama. Belum sempat beliau meneruskan kepada kami, keburu beliau lebar,” ungkap Ida Bagus Wibawa Adnyana.

Terkait prosesi pelebon Ida Pedanda Gede Made Putra Tembau, pihak keluarga masih akan berkoordinasi dan minta petunjuk dari nabe (guru), Ida Pedanda Gde Putra Tembau yang juga kakak kandung almarhum.

Dalam perjalanan hidupnya, almarhum yang semasa walaka (sebelum didiksa) bernama Ida Bagus Gede Diksa.

 Selain dikenal sebagai pelantun puja tri sandya di TV dan radio sejak era 1970an, Ida Pedanda juga dikenal sebagai seorang pemain drama gong.

Ia penah tergabung dalam kelompok drama gong legendaris Bintang Bali Timur, bersama beberapa pemain drama gong legendaris, seperti AA Rai Kelam.

Beliau sangat dikenal dengan lakonnya sebagai raja tue.

 Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai rakawi, hobi membuat prasasti, dan tulisan lontar.

Almarhun juga pernah tercatat sebagai juri utsawa dharma gita tingkat nasional.  (tribun bali/eka mita suputra)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved