Rilis Album Debut "Kiri Kanan", Rastafara Cetamol Dendangkan Reggae dari Bali Utara

Tujuh pemuda jebolan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha Singaraja yang tergabung dalam band Rastafara Cetamol merilis album debutnya di tahun 2019

Rilis Album Debut
Rastafara Cetamol
Tujuh pemuda jebolan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha Singaraja yang tergabung dalam band Rastafara Cetamol akhirnya merilis album debutnya di tahun 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dideklarasikan tahun 2014, tujuh pemuda jebolan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha Singaraja yang tergabung dalam band Rastafara Cetamol akhirnya merilis album debutnya di tahun 2019.

Tepat 26 Mei lalu di kampus tempat titik awal mereka bertemu, band yang mengusung genre reggae ini pun telah menggelar perayaan peluncuran album debutnya bertajuk "Kiri Kanan".

Album ini bisa dikata menjadi langkah awal band dari Bali Utara, Buleleng ini bersuara di belantika musik Bali dan Indonesia.

Tercatat setahun lalu, band yang dimanageri oleh pengacara cum koordinator ForBALI, I Wayan "Gendo" Suardana ini telah melepas satu komposisi lagu berjudul "Aku Ingin Wisuda", sekaligus meluncurkan video musik garapan Erick Est dari rumah produksi Estmovie.

Single yang menceritakan tentang pengalaman mereka kala masih menyandang status mahasiswa yang belum lulus, juga mengisi bagian dari tujuh lagu di album "Kiri Kanan".

Enam lagu lainnya berjudul "Kiri Kanan", "Sobat", "Uyeng-Uyengan", "Polusi Hati", "Besi Tua", dan Bali ku.

Dari komposisi lagu di album yang diproduseri oleh Manik Bumi Foundation Buleleng ini, Rastafara Cetamol menyelipkan lirik berbahasa Bali di lagu "Uyeng-Uyengan”.

Tajuk "Kiri Kanan" diambil dari satu komposisi lagu yang ada di album debut Rastafara Cetamol.

"Pada dasarnya musik reggae itu bernada gembira. Di samping gembira, dari kata kiri kanan ini, kami ingin mengajak pendengar untuk lebih peka melihat apa yang terjadi di sekitar. Seperti lingkungan, bagaimana seharusnya kita menjaganya. Bergembira namun tidak lupa akan lingkungan sekitar. Itu pesan yang ingin kami sampaikan," ujar Keyboardis, Leo saat menggelar media gathering di Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Kamis (30/5/2019).

Beberapa lirik di track lagu dalam album "Kiri Kanan" terinspirasi dari keadaan, aktivitas keseharian, dan satire akan suatu kondisi tertentu. Kebanggaan dalam bagian berkomunitas serta pandangan terhadap kondisi alam lingkungan.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved