Propam Polres Klungkung Sita Enam Senjata Api

Enam senjata api yang dipinjampakaikan kepada personel Polres Klungkung disita sementara karena kartu pemegang senjata apinya belum diperpanjang

Propam Polres Klungkung Sita Enam Senjata Api
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Propam Polres Klungkung melakukan pemeriksaan kelengkapan dan kebersihan senjata api di lingkungan Polres Klungkung, Rabu (12/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Klungkung mengcek kelengkapan dan kebersihan senjata api di lingkungan Polres Klungkung, Rabu (12/6/2019). 

Enam senjata api yang dipinjam pakaikan kepada personel Polres Klungkung disita sementara. Ini karena kartu  pemegang senjata apinya telah mati dan belum diperpanjang.

Pemeriksaan senjata api tersebut dilakukan sekitar pukul 10.30 Wita.

Seluruh personel Polres Klungkung yang mebawa senjata api berjumlah 35 orang dan semuanya diminta mengumpulkan senjata mereka di halaman Polres Klungkung.

Pemeriksaan  dipimpin langsung Kabag Sumda Polres Klungkung, Kompol I Made Sudanta di dampingi Kasi Propam Iptu Ida Bagus Made Pinatih.

Mereka mengecek satu persatu kondisi senjata api dan amunisinya. Termasuk surat-surat kelengkapannya.

"Sasaran dari kegiatan pemeriksaan senpi ini yakni mengecek masa berlaku kartu pemegang senjata api, termasuk kebersihan senpi serta pengecekan jumlah amunisi yang dipinjam pakaikan kepada anggota dijajaran Polres Klungkung," ujar Kompol I Made Sudanta.

Saat dilakukan pengecekan, ada enam personel kepolisian belum memperpanjang kartu pemegang senjata api. Sehingga senjata api keenam personel kepolisian itu untuk sementara  ditarik.

"Senjata api dan amunisi keenam personel kepolisian itu, kami tarik sementara. Sampai kartu pemegang senjata apinya diperpanjang di bagian logistik Polres Klungkung," jelas Sudanta.

Sudanta juga menghimbau kepada personel Polres Klungkung untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam memegang senjata api, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Bagi anggota Polres Klungkung yang dipercaya membawa senjata api, diharpakan telah memenuhi syarat dengan melaksanakan tes Psikologi. Sehingga tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran serta penyalahgunaan senjata api," ungkap Sudanta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved