Tampik Mati Suri, The Brews Buktikan Eksistensi dengan Garap Album Mini

Quartet veteran melodic core punk rock asal Denpasar, The Brews tampik mati suri dan menargetkan album mini yang rencananya dirilis tahun ini

Tampik Mati Suri, The Brews Buktikan Eksistensi dengan Garap Album Mini
Dok The Brews
Quartet veteran melodic core punk rock asal Denpasar, The Brews menargetkan album mini yang rencananya dirilis tahun ini. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Quartet veteran melodic core punk rock asal Denpasar, The Brews telah merilis single anyar berjudul "Tanpa Mentari" sekaligus meluncurkan video musiknya di kanal Youtube, 17 Desember 2018 lalu.

Dilepasnya single tersebut sebagai pemantik bagi band yang didirikan 10 Oktober 1996 silam ini menuju garapan album mini atau bahasa kerennya Extended Play (EP).

Langkah ini sebagai bukti bahwa The Brews masih eksis berkeliaran dari panggung ke panggung, dan konsisten di jalurnya.

Menilik sekilas single "Tanpa Mentari", The Brews dengan riuh distorsi punk rocknya tetap konsisten menyelipkan pesan moral dalam lantunan liriknya.

"Di single ini kami menyampaikan pesan moral kepada para pendengar untuk turut serta dan memulai aksi nyata menjaga Ibu Pertiwi yang kita cintai ini dari tangan-tangan serakah yang terus mengeksploitasi demi kepentingan kelompok tertentu," ungkap drumer, juga vokal The Brews, Coplet.

Lebih dari itu, single tersebut mempertegas sikap The Brews sebagai band yang berada di barisan gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa.

"Ini juga pernyataan sikap The Brews mendukung saudara-saudara kami di ForBALI dan elemen-elemen masyarakat lain yang menolak rencana Reklamasi Teluk Benoa. Kami sadar, jika tidak dilawan dampaknya akan sangat merusak tatanan dan siklus alam di Bali. Ayo bersama sayangi dan rawat bumi kita, sebelum kita hidup tanpa mentari (kiamat)," tegas Coplet.

Kini pasca rilis single "Tanpa Mentari", para personel The Brews tengah meracik sejumlah komposisi untuk album mini.

Diakui Coplet, kondisi para personel yang telah berkeluarga disertai kesibukan masing-masing, membuat proses pengarapan album ini memakan waktu cukup lama. Pula, kendala klasik yakni keuangan.

"Saat ini kami dalam tahap pengumpulan materi-materi untuk album mini. Tidak bisa kami pungkiri, mengingat sudah berubahnya pola hidup masing-masing personel, dan semua sudah berkeluarga, jadi prosesnya cukup memakan waktu.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved