Wiki Bali

TRIBUN WIKI - 6 Fakta Perbedaan PKB 2019 Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya

Apa saja fakta perbedaan tersebut? Berikut enam fakta perbedaan PKB 2019 dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya

TRIBUN WIKI - 6 Fakta Perbedaan PKB 2019 Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya
Kolase Tribun Bali/I Putu Supartika
Tahun 2019 ini, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah memasuki usia ke-41 tahun (XLI). TRIBUN WIKI - 6 Fakta Perbedaan PKB 2019 Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya 

Gubernur Koster menegaskan, selain pemberian stan gratis, format pameran juga ditata secara tematik berdasarkan zonasi jenis produk.

Pemilihan dan penataan jenis produk ini dilakukan oleh kurator independen dan profesional, agar para peserta pameran dalam PKB menjadi lebih akomodatif, representatif, partisipatif, dan kualitatif dalam menampilkan capaian karya seni dan produk kerajinan terbaiknya.

"Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan PKB sebagai pesta rakyat, rakyat bersuka cita dalam menyaksikan, dan menikmati keseluruhan suasana penyelenggaraan pesta seni sebagai pestanya krama Bali sebagai spirit Bali Era Baru," tegasnya.

Pemberian stan gratis untuk IKM ini juga bagian dari implementasi Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

4. Promosi

Promosi yang ditekankan nantinya berupa mulai dari bahan atau material, produknya yang khas Bali dan tentunya ramah lingkungan dan diharapkan dapat berorientasi pada ekspor.

5. Nihil Sampah Plastik dan Styrofoam

Perbedaan kelima, pelaksanaan PKB 2019 diharapkan sekali nihil dari adanya sampah plastik dan styrofoam.

Baca: Iwan Fals Obati Rindu Fans di Bangli, Ucapkan Salam Om Swastyastu & Ajak Warga Jaga Kelestarian Alam

Baca: Ni Komang Sariadi, Pendiri PKP Womens Centre yang Ditempa Pahit Hidup Hutan Sulawesi

Bahkan Gubernur Koster melarang pengunjung berbelanja dengan membawa kantong plastik saat pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019.

Pernyataan Gubernur Koster itu juga sejalan dengan usulan yang disampaikan oleh salah satu wartawan yang merasa peduli terhadap banyaknya sampah plastik di Bali.

Menanggapi usulan itu, Gubernur Koster secara langsung menugaskan 'Kun' Adnyana untuk selalu menyampaikan ke masyarakat di berbagai kesempatan agar tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja di PKB 2019.

"Tolong disampaikan di beberapa kesempatan agar pengunjung tidak memakai kantong plastik saat berkunjung di PKB," pinta Gubernur Koster.

Pelarangan penggunaan kantong plastik ini sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Selain kantong plastik, dalam Pergub itu juga melarang dua jenis bahan lainnya yakni pipet plastik dan styrofoam.

Tak hanya larangan kantong plastik kepada pengunjung dan peserta pameran, properti pagelaran yang digunakan dalam PKB kali ini juga dirancang terbebas dari bahan plastik sekali pakai dan styrofoam.

Oleh karena itu penggunaan propertinya kini lebih menggunakan bahan alami seperti bambu, janur, aneka bunga dan dedaunan.

Dekorasi dalam PKB 2019 juga difokuskan dalam penggunaan warna hitam, putih dan merah atau tridatu.

6. PKB Bersanding dengan Bulan Bung Karno

Dalam pawai akan melibatkan setidaknya 4.370 orang penampilan yang terdiri dari seniman, pengrawit, penabuh, koreografer dan sebagainya.

Selain itu PKB juga diperkaya dengan menampilkan partisipasi seni luar daerah, dan wakil 11 negara di dunia.

Selama kurang lebih sebulan ini PKB akan diisi 38 jenis lomba, 10 workshop, satu pameran seni lukis tematik, dan 304 pameran kerajinan IKM.

"Pameran ini juga nantinya bersanding dengan pameran foto peringatan Bulan Bung Karno," jelas Kun Adnyana.

Peringatan Bulan Bung Karno sendiri dilaksanakan oleh Pemprov Bali mulai 1 hingga 30 Juni 2019.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved