Mahasiswa POPA Diharap Dapat Mengedukasi Masyarakat Tentang Keamanan Obat dan Pangan

Universitas Udayana mengadakan kerja sama dengan BBPOM dalam acara Pembentukan Kader Mahasiswa Peduli Obat dan Pangan Aman

Mahasiswa POPA Diharap Dapat Mengedukasi Masyarakat Tentang Keamanan Obat dan Pangan
Tribun Bali/M Firdian Sani
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) bekerjasama dengan Universitas Udayana dalam acara Pembentukan Kader Mahasiswa Peduli Obat dan Pangan Aman (POPA), di Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Denpasar, Rabu (19/6/2019). Mahasiswa POPA Diharap Dapat Mengedukasi Masyarakat Tentang Keamanan Obat dan Pangan 

Mahasiswa POPA Diharap Dapat Mengedukasi Masyarakat Tentang Keamanan Obat dan Pangan

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Universitas Udayana mengadakan kerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dalam acara Pembentukan Kader Mahasiswa Peduli Obat dan Pangan Aman (POPA), di Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Denpasar, Rabu (19/6/2019).

Ketua LPPM Universitas Udayana Prof Dr Ir I Gede Rai Maya Temaja, MP, sebagai pembuka acara berharap mahasiswa dapat melakukan apa yang dibekali dalam acara ini ketika diterjunkan ke lapangan nanti.

Senada dengan itu, Kepala BBPOM, I Wayan Ekaratnanta mengharapkan partisipasi mahasiswa POPA untuk mengedukasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk tidak menggunakan bahan berbahaya pada pangan.

Baca: 5 Pengaturan Rumah Menurut Feng Shui agar Penghuninya Selalu Banjir Rezeki, Perhatikan Pintu Masuk

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Persebaya Vs Madura United di 8 Besar Piala Indonesia

Dikatakan, pengawasan terhadap obat dan pangan tidak bisa dilakukan sendiri, oleh karenanya BBPOM Denpasar mengajak Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Udayana.

Menurutnya, di masyarakat masih ada temuan obat dan bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi.

Selain itu, banyak bahan berbahaya yang masih dijumpai, terutama pada industri rumah tangga dan pangan jajan anak sekolah.

Penyalahgunaan disinyalir karena kepedulian masyarakat yang masih rendah terhadap keamanan pangan.

Hal itulah yang akan menjadi tugas mahasiswa KKN ketika sudah terjun ke masyarakat.

Baca: Dihantui Sosok Wanita dan Kera, Putu Suastika Lakukan Hal Diluar Nalar, Karutan Ungkap Fakta Ini

Baca: Belum Paham Pelaksanaan PPDB SMP? Disdikpora Denpasar Buka Posko PPDB Mulai Esok di Rumah Pintar

Disamping itu, pasar juga dianggap sebagai simpul penting dalam rantai peredaran bahan berbahaya yang disalahgunakan untuk pangan industri dan rumah tangga pangan.

Selain penggunaan bahan berbahaya pada pangan, BBPOM juga mengimbau untuk hati-hati dalam menggunakan kosmetik atau obat yang mengandung bahan kimia.

"Nah, yang perlu diingat adalah kalau ingin membeli obat. Maka belilah di apotek," ujar Ekaratnanta.

"Jangan membeli obat di kios-kios tanpa izin, atau penjual obat di pinggir jalan," tukasnya.

Saat ini BBPOM telah meluncurkan aplikasi BPOM Mobile untuk mengontrol dan memilih obat dan makanan yang tepat sebelum mengkonsumsinya.(*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved