Ngopi Santai

Perasaanmu Adalah Doamu

Lebih penting mana: doa yang terucap/diucapkan oleh lisan ataukah yang terungkap di perasaan atau hati?

Perasaanmu Adalah Doamu
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
MERENUNG - Seorang wanita duduk termenung di pesisir Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Klungkung, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR  - Lebih penting mana: doa yang terucap/diucapkan oleh lisan ataukah yang terungkap di perasaan atau hati?

Jawabannya sesungguhnya sesederhana pertanyaan ini: cinta itu lebih penting yang terucap di lisan ataukah yang terpancar dari perasaan/hati (meskipun tak terucap lisan) ?

Jadi, paling afdhol tentu doa yang memancar dari perasaan/hati dan selaras terucap oleh lisan. Ini nyetel antara perasaan dan lisan.

Sejumlah literatur menyebut bahwa perasaan itu berada di Pikiran Bawah Sadar (PBS).

Kebalikan dari PBS adalah Pikiran Sadar (PS). PBS itu biasanya bersifat spontan (tanpa banyak mikir), dan nyaris otomatis.

Respon PBS yang bercirikan spontanitas itu bisa terjadi, karena di PBS tersimpan memori, jejak atau rekaman tertentu tentang segala hal yang biasanya spesifik (apakah itu tentang sesuatu, seseorang, tentang kejadian/peristiwa dan lain-lain) yang subyek memiliki emosi intens/menggelora terhadapnya.
Kepercayaan (belief) dan nilai-nilai tentang kehidupan (values) juga tersimpan di PBS.

Dengan demikian, tatkala ada stimulus (rangsangan) dari luar yang berhubungan dengan "data-data" yang ada dalam PBS-nya, maka subyek akan secara otomatis merespon stimulus itu sesuai "data-data" yang sudah dimilikinya, kendati bisa jadi responnya itu tidak wajar menurut logika kebanyakan atau pandangan umum.

Contoh begini: karena pernah mengalami dicakar kucing sampai menangis kesakitan di masa lalu ketika masih TK, kejadian tersebut tentu membekas pada anak itu.

Kejadian yang mengandung/menimbulkan emosi intens/kuat seperti itu (yakni dicakar kucing hingga menangis kesakitan) jika tak diselesaikan (unresolved), maka peristiwa itu akan terus membekas dan tersimpan di PBS.

Istilahnya, peristiwa itu menciptakan trauma atau luka batin (inner wound) pada si anak. Trauma itu tersimpan di PBS. Salah-satu bentuk trauma adalah fobia atau perasaan takut yang berlebihan, yang tidak normal.

Halaman
1234
Penulis: Sunarko
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved