Supported Content

Kemenpar dan STP Bali Internasional Gelar Pelatihan Home Stay dan Pramuwisata

Kemenpar dan STP Bali Internasional Gelar Pelatihan Home Stay dan Pramuwisata

Kemenpar dan STP Bali Internasional Gelar Pelatihan Home Stay dan Pramuwisata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kemenpar dan STP Bali Internasional Gelar Pelatihan Home Stay dan Pramuwisata 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung saat ini terus menggali dan mengambangkan potensi pariwisata di wilayahnya. Perkembangn pariwisata tersebut, dipandang perlu diikuti dengan pengembanhan kapasitas warga di desa yang juga nantinta terlibat langsung dalam industri pariwisata. Oleh karena itu, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan kampus STP Bali Internasional menggelar pelatihan homestay dan pramuwisata terhadap 50 warga di Desa Paksebali sejak Jumat (21/6)

Kasubbid Kemitraan Usaha Masyarakat, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Kementrian Pariwisata RI, Rulyta M. Rachmaesa menjelaskan, pelatihan ini merupakan MoU antara Kemenpar dengan perguruan tinggi se-Indonesia termasuk STPBI.

" Dengan pelatihan ini kami berharap mampu memunculan desa-desa wisata, yang juga diikuti dengan keterampilan warganya dalam menjamu wisatawan," terang Rulya M Rachmaesa

Ia juga mengungkapkan, Bali memiliki atmosfer pariwisatanya sudah begitu kuat. Dia optimis, apa yang dicita-citakan Desa Paksebali dan STP Bali Internasional bisa tercapai. Apalagi desa wisata itu, sifatnya dari oleh dan untuk masyarakat.

"Wisata Kali Unda yang dikembangkan Desa Paksebali misalnya. Itu menjadi modal berharga untuk semakin berkembang. Saya yakin nanti Desa Paksebali akan memiliki banyak home stay untuk wisatawan. Kami selalu siap memfasilitasi ke kementrian, sesuai dengan program 2.000 desa wisata tahun ini. Komitmen perbekel sudah cukup kuat, terlihat dari ana Bumdes nya dipakai semua untuk pariwisata," harapnya

Para warga tampak antusias mengikuti proses pelatihan tersebut. Perbekel Paksebali Putu Ariadi, mengatakan saat ini Desa Paksebali sangat butuh pembinaan, karena desa wisata yang dirintis dalam tiga tahun terakhir sedang berkembang.

" Desa sedang giat untuk pengembangan sarana prasarana petunjang desa wisata, agar semakin terkelola dengan profesional," ungkap Ariadi

Dengan pelatihan ini, ia berharap pengembangan desa wisata dapat terus berkelanjutan. Dia sangat optimis, Pariwisata menjadi dasar di desa untuk berkembang, menuju kesejahteraan masyarakat.

Sementara Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Drs. I Wayan Pantiyasa, M.M., menyampaikan, pelatihan ini sesungguhnya menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan desa wisata

Dengan pelatihan home stay dan pramuwisata ini, pihaknya ingin mewujudkan cita-cita besar desa wisata menuju smart ekotourism village.

"Smart yang dimaksud bisa dari penerapan teknologinya dalam melakukan pengelolaan desa wisata. Misalnya, diwujudkan dalam bentuk aplikasi," katanya. (Adv/mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved