Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Topeng Tiki Paling Diminati, Kerajinan Akar Bambu Masih Eksis di Pasar Ekspor

produk topeng tiki masih menjadi unggulan baik di pasar ekspor maupun impor, kerajinan akar bambu masih eksis di pasar ekspor

Tayang:
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Fredey Mercury
Sejumlah kerajian patung tiki buatan Kadek Sudanca, Minggu (23/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Produksi kerajinan akar bambu hingga kini masih sangat diminati di pasar ekspor.

Walau jumlah permintaan tergolong fluktuatif, namun orderan produk kerajinan ini tetap berjalan tiap bulannya.

Di bengkel kerja yang terletak di Jalan Raya Tampaksiring-Kintamani, Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Susut, Bangli ini, Kadek Sudanca mengerjakan berbagai pesanan kerajinan.

Mulai dari hiasan dinding berupa replika wajah, meja, patung, alat hisap cerutu, sedotan dan masih banyak lagi.

Seluruh kerajinan dipajang di artshop berbahan bambu miliknya, yang terletak di depan jalan masuk rumah.

Sejak memulai bisnis tahun 1999 silam, peminat kerajinan akar bambu telah merambah pasar dari berbagai negara. Seperti Inggris, Jerman, Amerika, Costa Rica dan sebagainya.

Dalam sekali order, permintaan kerajinan akar bambu bisa mencapai ratusan buah. Namun demikian, kuantitas dalam tiap bulannya tidak selalu sama alias fluktuatif.

“Kalau musim-musim sekarang, total pesananan mencapai 500 buah. Cara pemesanan beragam. Baik via WA (whatsapp), hingga datang langsung ke artshop. Kebanyakan, bulan Maret hingga April cenderung lebih ramai untuk yang langsung berkunjung ke artshop,” katanya.

Diungkapkan, produk topeng tiki masih menjadi unggulan baik di pasar ekspor maupun impor. Jelasnya, produk ini merupakan hiasan dinding. 

Untuk pasar internasional, orderan topeng tiki lebih banyak dipesan dengan bentuk replika wajah Yesus.

Sedangkan dipasar lokal, lebih diminati tokoh-tokoh pewayangan seperti Hanoman dan lain sebagainya.

“Ukuran yang dipesan juga beragam. Mulai dari 15 sentimeter hingga 16 sentimeter,” ujar Sudanca.

Pria 41 tahun itu menambahkan, saat ini dirinya tengah berproses membuat produk baru. Produk tersebut berupa topeng singa, hingga hiasan gantung dengan model replika kupu-kupu, burung, dan sebagainya.

Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan seberapa efektif produk tersebut untuk menarik perhatian pembeli.

“Khususnya topeng singa sudah selesai dibuat dan saat ini ikut dipamerkan dalam PKB Bali. Sedangkan hiasan gantung saat ini masih dalam proses,” ucapnya.

Sudanca meambahkan, seluruh bahan baku kerajinan yang dia kerjakan adalah akar bambu yang dipasok dari wilayah Bangli. Mulai dari Penglipuran, Kubu, hingga berbagai desa di wilayah Kintamani.

“Kalau bahan baku, saat ini cenderung lebih sulit untuk mencari dengan volume besar. Sedangkan kalau ukuran kecil dan sedang masih lebih mudah didapatkan,” tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved