Workshop Kemaritiman Bersama 5 Negara Asia Tenggara Bahas Keamanan Wilayah Laut

Bakamla bersama USCG dan Mission to ASEAN, menggelar Southeast Asia Maritime Law Enforcement Initiative Technical Expert Workshop

Workshop Kemaritiman Bersama 5 Negara Asia Tenggara Bahas Keamanan Wilayah Laut
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Suasana workshop kemaritiman yang digelar Bakamla di┬áHotel Conrad Nusa Dua Bali, Senin (24/6/2019). Workshop Kemaritiman Bersama 5 Negara Asia Tenggara Bahas Keamanan Wilayah Laut 

Workshop Kemaritiman Bersama 5 Negara Asia Tenggara Bahas Keamanan Wilayah Laut

Laporan Wartawan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) bersama United States Coast Guard (USCG) dan Mission to ASEAN, menggelar Southeast Asia Maritime Law Enforcement Initiative (SEAMLEI) Technical Expert Workshop (TEW), di Hotel Conrad Nusa Dua Bali, Senin (24/6/2019).

Workshop ini membahas terkait perundang-undangan, peraturan hukum, dan maritime domain awareness.

Selain itu, akan ada pula simulasi penggeledahan kapal dengan tema illegal unreported unregulated fishing, dan drug trafficking yang difasilitasi oleh USCG di Pelabuhan Tanjung Benoa.

Baca: Pengguna Corak Kain Songket Juarai Kontes Interior, Para Modifikator Bertarung di 150 Kategori

Baca: Mengenal Ombak Pembunuh Rip Current yang Kerap Seret Wisatawan di Pantai, Ini Cirinya

"Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai hari ini (Senin, 24/6/2019) hingga Jumat (28/6/2019). Tiga hari di kelas, dan dua hari Kamis dan Jumat praktik di Pelabuhan Benoa," kata Plh Direktur Kerja Sama Bakamla, Kolonel Bakamla Salim.

"Selain perwakilan dari Indonesia, hadir pula perwakilan lima negara, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam dan Filipina," tambah Kolonel Bakamla Salim.

Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama di bidang kemaritiman bagi negara peserta yang hadir.

"Kegiatan ini dapat meningkatkan kerja sama di bidang kawasan kemaritiman, tindak lanjut perkara dan information sharing dari beberapa negara," kata Kolonel Bakamla Salim.

Baca: Jana Punya Kebiasaan Aneh Dengan Kobra Sebelum Tewas Dililit Ular Sanca di Bandung

Baca: Tunggu Kepastian Kondisi Melvin Platje, Teco Bakal Bawa 20 Punggawa Laga Tandang Lawan Kalteng Putra

Dalam sambutannya, Direktur Latihan Bakamla, Laksma Bakamla Yeheskiel Katiandagho juga  menyampaikan bahwa tidak semua negara memiliki regulasi yang sama terkait lautan.

Sehingga perlu adanya pengertian dari satu dan lain negara terkait hukum negara lain.

"Kami menghargai kehadiran seluruh partisipan dalam forum ini. Saya berharap para partisipan dapat berdiskusi dan berkontribusi untuk membentuk pengertian dan rencana hukum yang dapat disepakati oleh negara-negara yang hadir," kata Laksma Bakamla Fadm Yeheskiel Katiandagho.

Selain dihadiri perwakilan negara Asia Tenggara, pembukaan kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dan peserta dari perwakilan Indonesia yang terdiri dari Polairud Polda Bali TNI AL, Perhubungan Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Bea dan Cukai.(*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved