Berita Badung
Kendaraan di Badung Overload Tembus 1 Jt Unit, Kini Muncul Isu Pembatasan, Bagaimana Langkah Bupati?
Lonjakan jumlah kendaraan di Kabupaten Badung kian mengkhawatirkan dan dinilai telah melampaui kapasitas (overload).
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Lonjakan jumlah kendaraan di Kabupaten Badung kian mengkhawatirkan dan dinilai telah melampaui kapasitas (overload).
Overload-nya kendaraan di Kabupaten Badung pun memicu wacana pembatasan kendaraan.
Pemerintah Kabupaten Badung menilai, pembangunan infrastruktur semata- mata tidak lagi cukup untuk mengatasi persoalan lalu lintas.
Mengingat saat ini berapa pun luas jalan yang dibangun jika tidak dibarengi dengan pembatasan kendaraan maka semua itu akan percuma.
Baca juga: Kendaraan Overload di Badung, Kini Muncul Isu Pembatasan demi Selamatkan Bali dari Kemacetan
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang ditemui di Gedung DPRD Badung menyebutkan perlu langkah nyata terkait dengan permasalahan over kapasitas kendaraan.
Tidak hanya di Badung, namun di semua lintas wilayah termasuk di luar Badung.
"Tidak akan mungkin kita hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur tanpa diimbangi pembatasan kendaraan. Pertumbuhan kendaraan di Badung ini sudah sangat signifikan dan perlu evaluasi menyeluruh," ujarnya, Kamis (23/4).
Ditegaskan, jika tidak segera diantisipasi, situasi ini dikhawatirkan berdampak langsung pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
"Yang beraktivitas di Badung bukan hanya kendaraan warga Badung saja. Banyak dari luar daerah. Jadi tidak bisa diselesaikan sendiri, harus ada kebijakan secara komprehensif untuk seluruh Bali," tegasnya.
Baca juga: Badung Masih Kekurangan 15 Ribu LPJ, Dishub Dorong Skema KPBU dengan Badan Usaha
Sebagai langkah awal, Pemkab Badung berencana mendorong kajian mendalam terkait kemungkinan penerapan pembatasan kendaraan tersebut.
Kajian ini kata Adi Arnawa perlu dibahas bersama dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Bali.
"Mungkin ini kita perlu duduk bersama, langkah-langkah apa yang harus kita lakukan. Apalagi Badung over kapasitas kendaraan. Mungkin saya juga akan sampaikan kepada Bapak Gubernur untuk dipertimbangkan apakah perlu ada kapasitas kendaraan," bebernya
Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan melahirkan kebijakan khusus yang mampu mengendalikan jumlah kendaraan sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan daya dukung lingkungan.
Di sisi lain, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan transportasi publik sebagai solusi jangka panjang.
Tanpa alternatif mobilitas yang memadai, pembatasan kendaraan dinilai tidak akan efektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Aparat-kepolisian-Polres-Badung-saat-melakukan-pengalihan-arus-Jalan-Raya-Kerobokan.jpg)