WNA Berulah di Bali
Kronologis 2 WNA Terjebak di Tebing Pantai Padang-padang Bali, Dihantam Ombak Besar
Terjebak Ombak Besar Saat Sunset, 2 WNA Rusia Panjat Tebing Curam Padang Padang Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia terjebak di tebing curam Pantai Padang-padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.
Dua WNA ini naik ke tebing setelah dihantam ombak besar saat sedang menyisir pantai menikmati pemandangan matahari terbenam pada Sabtu 30 Mei 2026 petang.
Korban berinisial KK (23) yang merupakan seorang laki-laki, dan AS (22) seorang perempuan, terpaksa memanjat dinding tebing guna menyelamatkan diri sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim gabungan dalam kondisi selamat.
Peristiwa ini bermula ketika sepasang wisatawan Rusia yang sementara menginap di White Villa by Manukyan, Jalan Raya Uluwatu, Gang Bendesa 3, Ungasan, Kuta Selatan ini, tiba di Pantai Padang-padang sekira pukul 17.00 WITA.
Baca juga: Terjebak Air Pasang di Pantai Padang-padang Kuta Bali, Dua WNA Rusia Berhasil Diselamatkan
Setibanya di lokasi, kedua korban langsung berenang di area pantai.
Setelah sekitar 30 menit menghabiskan waktu di perairan, mereka kemudian memutuskan untuk jalan-jalan menyisir tepian pantai sembari menunggu momen matahari terbenam.
Namun, petaka datang sekitar 35 menit setelah mereka berjalan menyusuri bibir pantai.
Kondisi cuaca dan gelombang laut tiba-tiba berubah drastis sekitar pukul 18.05 WITA.
Ombak besar mendadak datang menerjang ke tepian pantai, menghantam posisi kedua korban dan langsung mengurung ruang gerak mereka.
Terdesak oleh volume air laut yang kian membesar, KK dan AS spontan berusaha menyelamatkan diri dengan cara mendaki tebing batu di Pantai Padang-padang.
Sayangnya, jalur tebing tersebut sangat curam dan berbahaya, sehingga membuat kedua korban terjebak di tengah dinding batu dan tidak mampu lagi mendaki lebih tinggi ke atas.
Di tengah kepanikan akibat terjebak di antara deburan ombak dan ketinggian tebing, AS bergegas mengambil langkah darurat.
"AS mengirimkan pesan meminta bantuan kepada rekannya, Ruslan Gruzinslii (43), melalui aplikasi pesan instan Telegram," kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, pada Minggu 31 Mei 2026.
Mendapat pesan darurat dari rekannya, Ruslan langsung meneruskan informasi tersebut kepada Wedy Salmanto (49).
Tanpa membuang waktu, Wedy segera menghubungi siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) guna meminta tindakan penyelamatan secepatnya bagi kedua WNA tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kronologis-2-WNA-Terjebak-di-Tebing-Pantai-Padang-padang-Bali-Dihantam-Ombak-Besar.jpg)