BPJS Kesehatan

Jero Padma: Biarkan Kartu KIS Selalu di Dompet dan Menjadi Teman Baik Kesehatan Kita

rutin membayar iuran sebagai peserta JKN-KIS bisa membuat masyarakat menikmati manfaat dari program ini tidak hanya pada saat sakit saja

Jero Padma: Biarkan Kartu KIS Selalu di Dompet dan Menjadi Teman Baik Kesehatan Kita
BPJS Kesehatan
Komang Warsiki atau akrab disapa Jero Padma merupakan salah satu peserta JKN-KIS yang merasakan manfaatnya. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - “Sebagai peserta JKN-KIS saya tidak mau diam setelah tahu tentang baiknya program ini. Alangkah baiknya kita sebarkan kebaikan ini kepada orang lain bahwa program ini adalah bentuk tabungan waktu dan teman baik bagi kesehatan kita," ucap Komang Warsiki (35).

Jika semua peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) seperti apa yang disampaikan oleh Komang Warsiki, maka apa yang menjadi harapan penduduk Indonesia terhadap program JKN-KIS mungkin akan tambah baik.

Hal tersebut tentu beralasan karena salah satu faktor yang menjadi kendala dalam program ini adalah kurang pahamnya peserta JKN-KIS berkaitan dengan mekanisme sebagai peserta JKN-KIS baik dalam hal menjalankan kewajibannya ataupun mengakses haknya.

Lantas apa yang disampaikan oleh Jero Padma, sapaan akrab dari Komang Warsiki saat ditemui di salah satu swalayan di Kabupaten Klungkung yang merupakan tempat kerjanya (2/7/2019).

Jero Padma menyampaikan bahwa ia begitu senang menjadi peserta JKN-KIS. Bukan karena manfaatnya saja, namun kebetulan ia paham dengan prinsip asuransi yang menurutnya merupakan salah satu bentuk tabungan waktu bagi masa depan terutama sebagai teman baik kesehatannya.

“Saya bilang ini adalah tabungan waktu sebab prinsip orang menabung adalah untuk berjaga-jaga di masa yang akan datang, baik itu ekonomi, kesehatan, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Program JKN-KIS ini menurut saya adalah teman baik dari kesehatan kita, ia akan selalu menjaga kesehatan kita dalam menjalani waktu yang akan datang sehingga kita tetap optimis dalam menjalani pekerjaan sehari-hari,” cerita Jero Padma.

Lantas bagaimana menjaga kesehatan kita?

Menurut Jero Padma, hal tersebut tidak akan pernah terlepas dari prinsip program JKN-KIS yaitu gotong-royong.

Jika kita memahami prinsip tersebut maka menurutnya pikiran akan membawa kita untuk selalu sehat bahkan produktif sehingga sama sekali tidak menjadikan kewajiban dalam program ini yaitu membayar iuran sebagai sebuah beban.

“Saya sama sekali tidak ingin berurusan dengan kartu KIS di rumah sakit, biarkan ia tetap di dompet saja asalkan kita sebagai peserta mengutamakan sifat gotong-royong yaitu iuran kita sepenuhnya dapat diperuntukan bagi orang lain yang lebih memerlukan, atau bisa dibilang yang sehat menanggung yang sakit.

"Secara tidak langsung pikiran itu adalah obat bagi kita untuk tetap sehat, makanya saya beranggapan program ini sangat bermanfaat untuk diikuti oleh seluruh penduduk seperti apa yang diharapkan,” jelas Jero Padma.

Jero Padma juga berharap masyarakat dapat peduli terhadap program ini meskipun tidak pernah sakit dan memanfaatkannya.

Kepedulian tersebut menurutnya akan memunculkan keingintahuan untuk mempelajari program ini.

Setelah mengerti ia yakin masyarakat akan mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS dan rutin membayar iuran sehingga semua masyarakat dapat menikmati manfaat dari program ini tidak hanya pada saat sakit saja. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved