Kisah Komunitas Suporter Persija Jakarta di Bali, Jak Bali: Selain Nobar Juga Bakti Sosial

Jak Bali merupakan komunitas suporter Persija Jakarta yang ada di Bali. Komunitas suporter ini bediri sejak tanggal 29 April 2011

Kisah Komunitas Suporter Persija Jakarta di Bali, Jak Bali: Selain Nobar Juga Bakti Sosial
Dok Martinus Adrianto Suatan
Jak Bali saat merayakan ulang tahun tanggal 29 April 2019 lalu. Kisah Komunitas Suporter Persija Jakarta di Bali, Jak Bali: Selain Nobar Juga Bakti Sosial 

Kisah Komunitas Suporter Persija Jakarta di Bali, Jak Bali: Selain Nobar Juga Bakti Sosial

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jak Bali merupakan komunitas suporter Persija Jakarta yang ada di Bali. Komunitas suporter ini bediri sejak tanggal 29 April 2011.

Ketua Jak Bali, Martinus Adrianto Suatan berkata ada sekitar 50an anggota yang sudah terdaftar resmi dan memiliki KTA.

Selain itu ada sekitar 200 orang yang belum terdaftar resmi dan tidak memiliki KTA.

Para anggota tersebut berasal dari berbagai daerah yang ada di Bali, namun mayoritas diisi oleh perantauan yang ada di Bali.

Ia berujar, sejak berdiri tahun 2011 banyak suka dan duka yang dialami Jak Bali.

Baca: Rasyid Rajasa Mimpi Didatangi Almarhumah Ani Yudhoyono dengan Busana Serba Putih, Berpesan Begini

Baca: Pariwisata Desa Sade Lombok Kembali Menggeliat

“Kalau suka dukanya banyak sekali ya, soalnya di sini sama-sama rantau jadi sistemnya kekeluargaan, selain dari sepak bola juga ada sistem kekeluargaan, jika ada (anggota) yang sakit atau ada emergency, kami sudah siap untuk membantu,“ ucapnya pada Tribun Bali di Jalan Tantular, Denpasar, Bali, Rabu (3/7/2019).

Selain men-support Persija Jakarta, Jak Bali juga memiliki kegiatan lain seperti nonton bareng (nobar), gathering maupun bermain futsal.

“Kegiatan selain nonton bola bareng, main futsal, ada acara gathering juga, kegiatan-kegiatan positif seperti bakti sosial juga ada, ya selain sepak bola ada kekeluargaan, kayak ada acara ibadah bareng juga disitu,“ paparnya.

Jak Bali juga menjual beragam merchandise lewat online seperti baju, jaket maupun scarf.

Keuntungan yang didapat dari penjualan tersebut masuk dalam kas Jak Bali.

Baca: Tampil Cantik dengan Riasan Bunda, Jangan Lewatkan Mom and Kids Make Up Competition di Lippo Mall

Baca: Jero Padma: Biarkan Kartu KIS Selalu di Dompet dan Menjadi Teman Baik Kesehatan Kita

“Kalau merchandise jual t-shirt, jaket ataupun scraf, tapi masih sistem online belum ada store. Mudah-mudahan gak lama ini bisa bikin store di daerah Denpasar. Keuntungannya dimasukkan dalam kas,“ katanya.

Uang kas tersebut dipakai untuk men-support kegiatan Jak Bali dan juga membantu anggota Jak Bali yang membutuhkan.

Hubungan Jak Bali dengan para suporter sepak bola klub Liga I Indonesia lainnya di Bali tidak memiliki masalah.

“Kalau di Bali adem ayem saja, ibaratnya gak seperti kayak di Jakarta pinggiran, soalnya kami juga sama-sama merantau di sini, jadi saling menjaga Bali,” katanya.

Ia berharap kedepannya Jak Bali tetap solid, loyal serta militan.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved